Menurut Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pemerintah Kota Kediri Tetuko Erwin Sukarno, konsep baru itu menggunakan metode berbagi pakai. Konsumen yang datang ke pasar tidak hanya membeli sembako tapi juga bisa memanfaatkan waktunya untuk bermain atau nongkrong.
Baca Juga: Wow! 5 Benda Ini Tidak Mengalami Perubahan Desain Sejak Awal Ditemukan, Apa Saja?
Konsep ini cocok untuk keluarga yang ingin datang ke pasar tradisional. Ayah dan anak bisa bermain di area kafe sedangkan ibunya bisa mencari sembako.
Jika dulu pasar tradisional hanya jadi tempat menjual sembako kini ada bagian yang khusus membuka kafe yakni lantai 2. Di sana pengunjung bisa menggunakan untuk nongkrong.
“Konsep ini (berbagi pakai, Red) diharapkan bisa memberikan dampak ke penjualan pasar tradisional,” imbuhnya.
Baca Juga: FOMO Mulai Kalah Sama JOMO, Fenomena Anak Muda yang Kini Senang “Nggak Tahu”
Sebanyak 59 kios di lantai 2 habis tersewa hanya dalam kurun waktu 5 bulan saja. Dengan harga sewa Rp 4,5 juta per tahun.
Ini berbeda harga sewa penjual tradisional di lantai 1 yang hanya dipatok harga Rp 400 ribu per tahun.
“Kalau untuk retribusi (untuk kebersihan, Red) di lantai 1 dan lantai 2 yaitu Rp 7 ribu,” tandasnya.
Baca Juga: Self-Reward atau Self-Sabotage? Saat Apresiasi Diri Jadi Alibi Belanja Impulsif
Konsep berbagi pakai ini juga salah satu upaya agar anak-anak muda tidak malu ke pasar. Sebab selama ini, mindset di pasar adalah kumuh dan tidak gaul. Tak heran jika mereka malas diminta untuk mengantarkan orang tuanya ke pasar.
Mindset itulah yang kini mulai diubah. Setiap malam banyak generasi muda yang nongkrong di lantai 2 Pasar Setonobetek. Dan pulangnya sekalian membeli kebutuhan memasak di pasar tradisional.
Baca Juga: Demam Mermaid AI! Netizen Berubah Jadi Putri Duyung Viral di TikTok
“Secara tidak langsung pemilik kafe belanja kebutuhan menu masakan dan minuman juga di bawah (lantai 1 pasar tradisonal, Red),” terangnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Kedepannya pihak Perumda Pasar Joyoboyo akan menambah fasilitas bermain anak. “Konsepnya hampir sama dengan mal. Satu tempat bisa mencakup 3 aktivitas secara bersamaan,” ujarnya.
Baca Juga: Bilangnya Teman Biasa, Tapi Kok Baper? Ini 6 Tanda Kamu Diam-Diam Jatuh Cinta!
Terakhir, pihaknya juga berupaya menjadikan pasar sebagai destinasi dalam program outing class. “Di sini (Pasar Setonobetek, Red) mereka bisa belajar proses tawar menawar yang menjadi ciri khas pasar,” pungkasnya sembari menyebut jika akan ada upaya agar pasar tetap ramai.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian