JP Radar Kediri- Pernah nggak, waktu lagi nonton anime atau drama Jepang kemudian menyadari suatu kosakata Jepang, "Kok istilahnya kayak bahasa Jawa, ya?." Jangan-jangan orang Jepang ini dulu diam-diam belajar dari kakek dan nenek kita?
Warganet biasanya punya candaan kalau istilah "Japanese" itu sebenarnya turunan dari "Javanese." Meskipun secara linguistik tidak ada hubungan langsung, beberapa kata dalam bahasa Jepang dan Jawa memang ada yang mirip.
Mari kita lihat beberapa istilah Bahasa Jepang yang mirip Bahasa Jawa ini pasti bikin ngakak atau malah bingung sendiri.
- Mata / Matane
- Jepang: Sampai jumpa lagi, kemudian.
- Jawa: Organ tubuh untuk melihat/umpatan.
- Omae
- Jepang: Kata ganti orang kedua yang bersifat informal atau kasar.
- Jawa: Rumahnya.
- Asu
- Jepang: Besok.
- Jawa: Hewan peliharaan/Anjing/Umpatan..
- Nemutai
- Jepang: Mengantuk.
- Jawa: Menemukan kotoran.
- Ikitai
- Jepang: Ingin pergi.
- Jawa: Ini kotoran.
- Koe
- Jepang: Suara.
- Jawa: Kamu.
- Iki
- Jepang: Nafas.
- Jawa: Ini.
- Iku
- Jepang: Pergi.
- Jawa: Itu.
- Ono
- Jepang: Kapak.
- Jawa: Ada.
- Kabe
- Jepang: Dinding/Tembok.
- Jawa: Mirip dengan 'kabeh', yaitu semua.
- Ikuyo
- Jepang: Ayo.
- Jawa: Dari "Iku yo", yang berarti "Itu ya"
- Takoyaki
- Jepang: Nama jajanan khas Jepang yang berbentuk bola-bola kecil dan diisi gurita.
- Jawa: "Tak oyak" atau "Dioyak" yang artinya "Dikejar".
- Yakiniku
- Jepang: Istilah bahasa Jepang untuk daging yang dipanggang atau dibakar di atas api dengan saus khas yakiniku.
- Jawa: "Yakin iku" berarti "Yakin itu"
- Kami
- Jepang: Dewa.
- Jawa: Kata ganti orang pertama jamak (kami).
- Soto
- Jepang: Luar, di luar.
- Jawa: Makanan berkuah khas Indonesia.
Nah, ternyata ada banyak kata dalam bahasa Jepang yang sekilas mirip sama bahasa Jawa. Meskipun cuma kebetulan, tapi tetap saja terasa lucu.Dari beberapa istilah tersebut memang ada istilah umum atau berbahasa Indonesia.
Meski begitu, kata-kata tersebut sebenarnya punya aksen yang sangat berbeda dalam pelafalannya, orang Jawa pasti punya medhoknya sendiri yang bikin itu menjadi ciri khas.
Editor : Jauhar Yohanis