Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Reog Ponorogo Resmi Diakui Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Oleh UNESCO, Intip Fakta Menariknya!

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 5 Desember 2024 | 21:23 WIB
Reog Ponorogo
Reog Ponorogo

JP Radar Kediri –  Reog Ponorogo saat ini telah resmi tercatat menjadi warisan Budaya Tak Benda organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan perserikatan bangsa – bangsa (UNESCO). 

Warisan budaya ini masuk dalam kategori In Need Of Urgent Safeguarding atau membutuhkan penagamanan mendesak.

Penetapan dilakukan saat sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritge sesi ke-19 bertempat di Asuncion, Paraguay, pada Selasa (3/12/2024). 

Duta besar RI unruk Unesco, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Delegasi RI pada sidang Komite ICH Unesco sesi ke 19, menyampaikan sebuah rasa syukur dan juga apresiasi kepada komite dan semua pihak UNESCO untuk kontribusinya dalam proses pengesahan Reog Ponorogo. 

Pengakuan resmi dari UNESCO ini nantinya akan memperkuat kerjasama dan juga pertukaran budaya antara Indonesia dan juga negara – negara sahabat menjadi semakin luas. 

Reog ponorogo merupakan sebuah kesenian asli yag berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Reog sebagai pencerminana dari harmonisasi antara tari, musik, dan juga mitologi. Darinya menggambarkan sebuah keberanian dan solidaritas dari masyarakat Ponorogo. 

Reog sendiri seringkali ditampilkan dibanyak acara, naik acara adat, perayaan – perayaan besar.

Berikut deretan fakta menaarik tentang Reog Ponorogo:

  1. Kesenian Reog Ponorogo telah Go Internasional

Reog ponorogo bukan hanya dikenal diberbagai daerah yang ada di Indonesia, namun juga telah dikenal di mancanegara.

Para penonton yang menyaksikan penampilan Reog Ponorogo dibuat sangat kagum apalagi penonton dari berbgai negara seperti Los Angeles, Spanyol, Rusia, London, dll. 

  1. Berat Reog Ponorogo hingga 50 kg 

Reog Ponororgo ini memiliki badan yang sangat besar, bahkan berat dari Reog Ponorogo sendiri mencapai 50 kg.

Pemain Reog Ponorogo biasanya menggunakan gigi untuk mengangkat kepala singa dan juga bermahkota bulu merak.

Tak jarang juga terdapat penari jathil atau yang menaiki kepala reog sehingga beratnya mencapai 100kg. 

  1. Mempunyai tokoh raja sakti 

Di dalam Reog ponorogo juga menyisipkn tokoh sakti Prabu Klono Swandono atau Raja Kelono.

Ia merupakan seorang raja sakti mandrguna yang mempunyai pusaka andalan, yaitu cemeti yanga ampuh dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman.

Raja Klono selalu saja membawa pusaka ini untuk melindungi dirinya. Raja ini sangat gagah, kegagahannya digambarkan dalam gerakan tari yang lincah serta berwibawa.

 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#budaya #reog ponorogo #unesco #indonesia #fakta menarik #warisan budaya