Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Laga Indonesia vs Bahrain Coming Soon, Begini Strategi Erick Thohir Cegah Kontroversi Terulang!

Redaksi Radar Kediri • Jumat, 22 November 2024 | 21:08 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri – Pertemuan pertama Indonesia dengan Bahrain pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Kamis, (10/10) lalu masih menjadi kontroversi yang membekas di ingatan penggemar sepak bola Indonesia.

Dimana pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia sangat dirugikan dengan keputusan Wasit Ahmed Al-Kaf yang mengesahkan gol penyama kedudukan Bahrain.

Pasalnya, gol tersebut tercipta di luar injury time yang telah ditetapkan sebelumnya. Bahkan terdapat indikasi offside dalam proses terciptanya gol tersebut.

Namun, wasit asal Oman itu tak melakukan pengecekan VAR dan langsung mengesahkan gol tersebut begitu saja tanpa menghiraukan protes dari pihak Timnas Indonesia.

Alhasil, Timnas Indonesia yang sebelumnya telah meraih unggul dengan dua gol dari Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick, harus kehilangan 3 poin di depan mata dan hanya meraih 1 poin.

Tak hanya itu saja, sepanjang berlangsungnya laga, wasit Ahmed Al-Kaf tampak membiarkan aksi diving yang dilakukan Bahrain dan sebaliknya justru memberatkan Timnas Indonesia.

Tak terima dengan hasil tersebut, netizen Indonesia  langsung menyerbu akun media sosial sang wasit dan Federasi Sepak Bola Bahrain. 

Aksi protes virtual ini bahkan memuncak dengan aksi peretasan terhadap peta digital Bahrain.

Dimana sejumlah nama jalan diganti menjadi 'AFC Mafia', sebagai bentuk sindiran terhadap dugaan ketidakadilan yang terjadi.

Konflik semakin memanas ketika Federasi Sepak Bola Bahrain secara resmi mengajukan protes kepada AFC dan FIFA.

Mereka meminta agar lokasi pertandingan kedua Indonesia vs Bahrain yang sebelumnya diagendakan di SUGBK (Stadion Utama Gelora Bung Karno) Jakarta dipindah ke negara lain demi keamanan para pemain mereka.

Menghindari kontroversi serupa terulang kembali, Ketua PSSI, Erick Thohir mengundang pihak AFC dan FIFA untuk menyaksikan langsung pertandingan kedua Indonesia vs Bahrain yang rencananya akan digelar pada 25 Maret 2025 mendatang.

Dengan strategi ini, Erick Thohir ingin sekaligus membuktikan bahwa Indonesia merupakan negara yang aman dan bukan negara terbelakang.

Ketua PSSI itu juga memberikan contoh ketika Timnas Indonesia laga melawan Jepang. Para supporter Jepang aman dan bahkan banyak yang membawa anak istrinya sekaligus.

Erick Thohir menegaskan bahwa tidak ada alasan Bahrain untuk tidak mau tandang ke Indonesia. Karena berkaca dari sebelumnya, supporter lawan aman dan nyaman.

Rencana ini tentunya mendapat dukungan penuh dari warganet yang menganggap itu sebagai ide yang brilian.


 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#erick thohir #Indonesia vs Bahrain #strategi #Laga kontroversial #bahrain #timnas indonesia