JP Radar Kediri - Kejadian tragis di Sampang, Madura, baru-baru ini gempar dan menjadi perbincangan di media sosial.
Kejadian ini berawal dari hasil surat suara Pilkada, yang kemudian memicu bentrok berdarah dalam tradisi lokal yang dikenal sebagai carok.
Nahas, peristiwa tersebut berakhir dengan adanya korban jiwa.
Pada 15 November 2024, ketegangan mulai muncul setelah hasil sementara penghitungan suara Pilkada di Sampang memunculkan dugaan kecurangan.
Sejumlah pendukung salah satu kandidat menuding adanya manipulasi dalam surat suara.
Situasi memanas saat perdebatan antara dua kubu pendukung berlangsung di TPS, hingga terjadi kericuhan.
Usaha mediasi yang dilakukan oleh panitia Pilkada tidak menemui titik terang.
Dalam tradisi Madura, konflik personal seperti ini sering diselesaikan melalui carok, yakni duel bersenjata tajam sebagai bentuk pembelaan harga diri.
Pada 18 November, pertemuan untuk membahas penyelesaian sengketa berubah menjadi pertemuan yang berakhir tragis.
Lalu pada tanggal 19 November, bentrokan besar pecah di salah satu lapangan Desa.
Dua kelompok besar saling berhadapan dengan menggunakan celurit.
Dalam kejadian ini, tiga orang tewas dan lima lainnya mengalami luka serius. Warga sekitar berusaha melerai, namun kekerasan sudah tak terkondisikan.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Panen Hujatan Netizen usai Mengaku sebagai Independent Woman, Kenapa?
Dalam peristiwa tersebut polisi juga ikut serta turun tangan untuk mengamankan lokasi dan menenangkan situasi.
Beberapa tokoh masyarakat, termasuk ulama, menyerukan perdamaian dan meminta semua pihak untuk menahan diri.
Namun, emosi yang sudah terlanjur memuncak sulit untuk diredam dalam waktu singkat.
Kejadian tersebut menjadikan ramai di sosial media, dengan foto dan video yang tersebar dengan cepat.
Sontak peristiwa ini membuat publik terkejut sekaligus menyayangkan adanya tragedi itu.
Penggunaan tagar #CarokSampang dan #PilkadaMadura kini menjadi trending topik di media sosial.
Terkait hal ini, banyak yang mengkritik kejadian tesebut. Namun ada juga yang memanfaatkan momen ini untuk membahas isu budaya dan politik madura.
Dari insiden ini, tradisi carok tentu menjadi sorotan kembali karena dianggap sebagai tradisi kuno yang berbahaya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah