JP Radar Kediri – Festival Film Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024 akan segera digelar pada 30 November hingga 7 Desember 2024, di Empire XXI Yogyakarta.
Mengusung tema "Metanoia", festival ini bertujuan untuk merayakan kekuatan transformasi sinema dalam menghadapi isu-isu penting seperti rasisme dan seksisme.
Selain pemutaran film, JAFF juga memperkenalkan JAFF Market, yang diadakan pada 3-5 Desember 2024 di Jogja Expo Center, untuk menghubungkan pelaku industri film lokal dan global.
Selama tiga hari JAFF Market, berbagai program seperti Film Industry Exhibition, JAFF Future Project, dan Talent Day akan digelar dengan memberikan kesempatan bagi sineas baru untuk berkolaborasi dan mendapatkan apresiasi.
Sebanyak 84 film Indonesia dari total 180 film yang akan diputar, termasuk film pembuka "Samsara" karya Garin Nugroho dan penutup "1 Kakak 7 Ponakan" oleh Yandy Laurens.
Ini juga termasuk Home Sweet Loan (2024) yang diputar untuk layar inklusi bagi teman difabel. Kemudian, The Shadow Strays (2024) kolaborasi dengan Netflix.
Lalu, film-film Indonesia yang akan tayang perdana di JAFF juga, seperti Yohanna, Malam Pertobatan, Cinta Tak Seindah Drama Korea, Mungkin Kita Perlu Waktu, Perempuan Pembawa Sial, dan Sampai Jumpa, Selamat Tinggal.
JAFF juga menampilkan program Tribute to Hendrick Gozali, dengan pemutaran film klasik. Tahun ini, festival ini melibatkan 25 negara dengan sekitar 96 film dari luar negeri, serta memberikan ruang bagi sineas baru melalui workshop dan forum komunitas.
Penjualan tiket akan dibuka pada 20 November 2024 mendatang.
Salah satu film yang menarik perhatian adalah Mungkin Kita Perlu Waktu, yang akan tayang lebih awal sebelum rilis serentak di bioskop Indonesia.
Film ini bercerita tentang Ombak dan kedua orang tuanya, Restu dan Kasih. Ia harus tetap melanjutkan hidupnya pasca kehilangan saudara perempuannya, Sara, dalam sebuah tragedi yang melibatkan dirinya dan kematian sang kakak.
Ombak tengah berjuang untuk pulih dari rasa trauma dan anxietynya yang sempat membuatnya melakukan percobaan bunuh diri. Ombak mencoba bangkit melalui basket dan terapi bersama Nana, psikolog yang disarankan oleh ayahnya.
Di tengah perjuangan itu, Ombak mengenal sosok gadis bernama Aleiqa. Aleiqa merupakan seorang siswa yang juga pernah berada di ambang keputusasaan seperti Ombak.
Pertemuan itulah yang membangkitkan semangat dan memberi secercah kebahagiaan bagi Ombak.
Sementara itu, hubungan kedua orangtua Ombak, Restu dan Kasih menjadi semakin runyam. Keduanya juga dilanda kesedihan yang amat mendalam.
Disutradarai oleh Teddy Soeriaatmadja, film ini diperankan oleh Sha Ine Febriyanti, Bima Azriel, Tissa Biani, Naura Hakim, serta melibatkan Lukman Sardi sebagai aktor sekaligus produser di film ini.
Film ini akan tayang lebih awal di JAFF-Netpac pada Desember mendatang dan selanjutnya tayang di bioskop.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah