Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Denny Sumargo Minta Maaf Usai Dilaporkan Komunitas Bugis-Makassar ke Polisi, Begini Kronologinya

Redaksi Radar Kediri • Rabu, 13 November 2024 | 22:16 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Aktor Denny Sumargo menyambangi kantor Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) pada Selasa (12/11).

Hal ini diketahui dari unggahan video Tik Tok miliknya (@dennysumargoreal).

Kedatangan pria yang disapa akrab Densu ini untuk mengklarifikasi ucapannya yang menyinggung perasaan warga Bugis-Makkasar dan meminta maaf kepada BPP KKSS.

Selain itu, Denny Sumargo ingin berdamai dengan Suku Bugis dan Suku Makassar yang terseret dalam perseteruannya dengan pengacara Farhat Abbas.

Saya berterima kasih untuk ketua dan senior dari BPP KKSS, yang hampir satu Indonesia, mengayomi saya, menahan diri, menyelesaikan masalah itu dengan baik,” jelas Densu.

Denny Sumargo menyadari bahwa tindakan yang pernah dilakukannya memancing reaksi keras dari publik.

Namun, dia juga menyayangkan bahwa perseteruannya dengan Farhat Abbas melebar kemana-mana hingga menyinggung isu SARA.

Saya sangat menyayangkan isu SARA ini dibawa dan dikembangkan di luar dan di-create untuk membuat masalah,” jelas Densu.

Dalam pertemuannya dengan pihak BPP KKSS, Densu menyampaikan permohonan maaf jika ucapannya saat mengunjungi kediaman rumah Farhat Abbas menyinggung perasaan Suku Bugis dan Suku Makassar hingga menimbulkan kesalahpahaman.

Jiwa kesatrianya orang Bugis Makassar, mereka aduh. Jadi kita selalu maju di depan, kita selesaikan masalah, tidak ada main belakang. Kalau sudah clear, clear,” jelas Denny Sumargo.

Menerima kunjungan Denny Sumargo, Ketua Umum BPP KKSS, Muchlis Patahna, mengatakan bahwa permasalahan antara suami Olivia Allan dan anggota BPP KKSS dianggap sudah selesai.

Setelah permintaan maaf oleh Pak Denny maka melalui momentum ini saya sebagai ketua umum BPP KKSS menganggap persoalan ini hukum. Antara Suku Makassar dan Suku Bugis kita anggap selesai, tidak ada lagi yang mempersoalkan. Kita hidup harmonis,” jelas Muchlis.

Muchlis menyebut pihaknya akan mencabut laporan yang ditujukan kepada Denny Sumargo di Polda Metro Jaya.

Kesalahpahaman tersebut tidak terlepas dari perseteruan Denny Sumargo dengan pengacara kontroversial Farhat Abbas yang berbuntut panjang.

Berawal dari ucapan Densu saat mengomentari kasus donasi Agus Salim dengan pengacara Farhat Abbas, berakhir dengan perseteruan diantara mereka.

Farhat Abbas sempat mengancam akan ‘memukul’ Denny Sumargo jika terus berkata kasar kepadanya. Mengetahui hal tersebut, Densu tidak tinggal diam dengan ucapan Farhat.

Denny Sumargo mendatangi kediaman rumah Farhat untuk mengetahui kebenarannya.

Dalam pertemuannya yang diketahui dari unggahan Tik Tok @dennysumargoreal, Farhat Abbas dan Denny Sumargo menyatakan damai dan tidak ingin memperpanjang perseteruan yang terjadi.

Namun setelah pertemuan tersebut, perseteruan antara Denny Sumargo dan Farhat Abbas belum berakhir begitu saja.

Hingga Farhat Abbas kemudian melaporkan Denny Sumargo ke Polda Metro Jakarta Selatan atas dugaan ujaran kebencian pada Kamis (7/11).

Selain itu, pertemuannya dengan Farhat Abbas meninggalkan permasalahan baru. Hal ini terkait dengan ucapan Denny Sumargo yang menyebut Bugis-Makassar saat melakukan klarifikasi dengan Farhat Abbas.

Ucapannya tersebut berakhir dengan pelaporan Aliansi Komunitas Bugis-Makassar ke Polda Metro Jaya dengan dugaan diskriminasi ras pada Sabtu (9/11).

Ucapan yang dilontarkan oleh Denny Sumargo dianggap mereka sebagai bentuk provokasi dan memunculkan pandangan negatif terhadap Bugis.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Komunitas bugis makasar #denny sumargo #viral #minta maaf #kronologi