Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bandingkan Penangkapan Gunawan Sadbor Dengan Selebritas Terkait Kasus Judi Online, Siapa Fajar Nugros?

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 7 November 2024 | 21:48 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Penangkapan konten kreator Gunawan ‘Sadbor dan beberapa temannya karena dugaan promosi judi online membuat heboh di media sosial.

Sebelumnya, nama Gunawan ‘Sadbor’ dan teman-temannya mencuri perhatian publik dengan live streaming ‘Joget Sadbor’ yang menjadi viral di media sosial Tik Tok.

Penangkapan mereka mengundang reaksi dari berbagai pihak, salah satunya sutradara film Indonesia Fajar Nugros.

Sutradara satu ini memberikan tanggapan mengenai kasus yang menjerat konten kreator Gunawan ‘Sadbor’ dan teman-temannya itu.

Melalui cuitan media sosial X miliknya @fajarnugros, dirinya mengaku prihatin dengan keadaan Gunawan ‘Sadbor’ dan beberapa temannya sebagai petani yang masih hidup digaris kemiskinan.

Ketika mereka berusaha memperbaiki nasibnya dengan media sosial sama seperti yang dilakukan orang terkenal sekarang, mereka justru terjerat iklan judi online sama seperti yang dilakukan para selebritas.

Sedih liat Sadbor. Jadi petani ngga bisa makmur. Giliran berusaha memanfaatkan sosmed buat mengubah nasib, seperti kebanyakan orang lain yg jadi kaya terkenal dapet banyak kesempatan.. Eh kepleset iklan judi online yang, juga dilakukan banyak seleb sosmed/selebritis lain. Tapi Sadbor ngga punya beking..” tulis Fajar.

Menurut Fajar, penegakan hukum yang berjalan terkesan tebang pilih. Buktinya, sejumlah selebritas yang ikut mempromosikan judi online tapi tidak tersentuh hukum dan sebatas dilakukan pemeriksaan saja.

Sadbor hanya ngga punya beking. Apa ngga sedih liatnya? Ngangkat ekonomi petani ngga bisa. Mereka usaha dinyinyirin. Sehari 750 ribu diketawain. Kenapa? Bukan seleb idolamu ya?” sambung sutradara film Perempuan Pembawa Sial.

Namun, tindakan yang berbeda dilakukan aparat hukum kepada konten kreator daerah seperti Gunawan ‘Sadbor’ dan teman-temannya. Mereka langsung dilakukan penangkapan dan penetapan sebagai tersangka.

Fajar menyayangkan sikap aparat hukum yang langsung menangkapi konten kreator daerah seperti Gunawan ’Sadbor’ tanpa adanya peringatan terlebih dahulu seperti para selebritas yang ikut mempromosikan judi online.

Kritisi penangkapan konten kreator daerah Gunawan ‘Sadbor’ karena dugaan promosi judi online, siapakah Fajar Nugros?

Pria pemilik nama lengkap Fajar Nugroho ini lahir pada 29 Juli 1979 di Yogyakarta.

Dia diketahui memiliki hobi menulis cerita pendek (cerpen) yang pernah dimuat salah satu majalah lokal di kampung halamannya, Bernas.

Sutradara film ayat-ayat cinta ini dulunya menempuh pendidikan formal di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Setelah lulus SMA, Fajar Nugros melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Islam Indonesia dan pendidikan S-2 di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Memulai kariernya sebagai sutradara film, Fajar Nugros banyak belajar dari sutradara kenamaan Indonesia Hanung Bramantyo. Proyek film pertama sutradara satu ini dengan membuat film pendek.

Perlahan-lahan, proyek film yang dikerjakan Fajar Nugros mulai merambah ke film layar lebar. Film layar lebar pertama yang disutradarainya berjudul ‘Queen Bee’ pada 2009 silam.

Berkat film inilah, nama Fajar Nugros mulai dikenal luas di dunia perfilman Indonesia.

Setelah itu, sutradara satu ini mengerjakan proyek film yang sebagian besar dikenal luas masyarakat Indonesia.

Deretan film yang pernah disutradarainya diantaranya Ayat-Ayat Cinta (2008), Cinta Brontosaurus (2013), Bajaj Bajuri the Movie (2014), Yowis Ben (2018), Yowis Ben 2 (2019), Yowis Ben 3 (2021), Yowis Ben The Finale (2021), Refrain (2013) dan masih banyak lagi.

Selain bermain di belakang layar film, Fajar Nugros membangun rumah produksi filmnya sendiri bernama ‘Demi Istri Production’ bersama dengan sang istri, Susanti Dewi.

Rumah produksi yang sudah dibangun sejak Januari 2013 menggunakan nama “Demi Istri Production’ untuk mengingatkan bahwa pekerjaan Fajar Nugros semata untuk istri dan anak.

Kemudian, rumah produksi ini berubah nama menjadi ‘IDN Pictures’ setelah diakuisisi.

Selama berkarya di belakang layar film, Fajar Nugros banyak menyabet penghargaan. Di antaranya Pemenang Penulisan Skenario Adaptasi Terpilih dalam Piala Maya (2013) dan Pemenang Film Remaja Bermuatan Kearifan Lokal dalam Festival Film Bandung (2018).

 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#gunawan sadbor #judi online #viral #Selebritas #fajar nugros #gunawan sadbor ditangkap polisi