JP Radar Kediri – Belakangan ini, Dunia maya dihebokan oleh salah satu streamer dan influencer yang terkenal di dunia, IShowSpeed.
Ia menarik perhatian banyak orang setelah menerima kain batik dari fans Malaysia saat berkunjung di Kuala Lumpur.
Kejadian itu dimulai, ketika Ishowspeed atau yang sering dipanggil dengan nama Speed itu berjalan untuk menyapa para fans di Malaysia.
Pada saat itu, Speed berjalan menyapa para fansnya menggunakan mobil dan tiba-tiba salah satu fans Speed menghampirinya dan memberinya tujuh buah kemeja batik.
Yang Menghebohkan, tak lain adalah pengakuan fans Malaysia yang mengatakan bahwa batik adalah pakaian khas dari negaranya.
Namun, ketika IShowSpeed mencari tahu di Google tentang asal batik, dia menemukan batik berasal dari Indonesia.
Lantas, sebernarnya asal usul batik berasal dari mana ya?
Asal Usul Batik
Batik merupakan seni tekstil yang berasal dari teknik pencelupan kain dengan lilin.
Di Indonesia, batik sudah ada sejak berabad-abad lalu, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kita.
Awalnya mulanya batik berkembang di kerajaan Majapahit dan disebarkan oleh ajaran Islam di Pulau Jawa, kemudian dilanjutkan oleh kerajaan Yogyakarta dan Solo.
Pada masa itu batik dipakai di dalam keraton saja untuk pakaian para raja dan keluarga bangsawan saja.
Dahulu kegiatan batik tertua berasal dari Raja yang masih bernama Wengker sebelum memasuki abad ke 7. Pada masa itu, batik menjadi simbol status sosial dan hanya digunakan oleh
Kemudian kesenian membatik di Indonesia mulai dikenal saat zaman kerajaan Majapahit yang terus menerus berkembang hingga raja berikutnya.
Batik mulai meluas di Indonesia yang khususnya di Pulau Jawa pada abad ke -18 dan abad ke-19.
Sampai akhirnya pada abad ke-20, batik yang dibuat adalah batik tulis. Setalah perang dunia berakhir yakni sekitar tahun 1920 barulah dikenalkannya batik cap.
Pengakuan Dunia
Pada tahun 2009, sebuah peristiwa bersejarah terjadi dalam dunia budaya Indonesia.
Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) secara resmi mengakui batik sebagai Warisan Budaya Tak benda asal Indonesia.
Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan batik sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa.
Pengakuan UNESCO terhadap batik merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi bangsa Indonesia. Batik bukan hanya sekadar kain, tetapi juga merupakan warisan budaya yang tak ternilai harganya.
Dengan terus melestarikan dan mengembangkan batik, kita turut menjaga identitas bangsa dan memperkaya khazanah budaya dunia.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah