JP Radar Kediri–Kondisi perekonomian yang melemah, berdampak langsung pada capaian pajak pusat di Kediri. Hingga Oktober ini, realisasi pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kediri baru mencapai separo. Jika tidak ada percepatan dalam dua bulan ke depan, realisasi pajak terancam meleset.
Kepala KPP Pratama Kediri Mulyanto Budi Santoso yang kemarin datang ke Pemkot Kediri mengatakan, target pajak pusat di KPP Pratama Kediri sebesar Rp 364 miliar tahun ini. “Realisasi penerimaan pajak masih 56 persen,” akunya.
Minimnya capaian pajak pusat itu, diakui Mulyanto, salah satunya karena perekonomian yang sedang lesu. Meski demikian, menurutnya KPP Pratama terus berupaya agar realisasi pajak minimal bisa sesuai target.
Salah satunya, dengan memberi pelayanan sebaik mungkin kepada para wajib pajak. “Kami juga sosialisasi dan pelatihan program baru coretax ke instansi, mahasiswa, dan lainnya,” lanjut Mulyanto.
Untuk diketahui, target pajak di KPP Pratama Kediri tahun ini turun dibanding 2025 lalu yang sebesar Rp 485,12 miliar. Meski ada penurunan sekitar 33 persen, agaknya pemerintah tetap kesulitan untuk memaksimalkan realisasi.
Padahal, pada November 2025 lalu mereka sudah bisa merealisasikan Rp 413,53 miliar atau sekitar 85 persen dari target. Karenanya, dalam 2,5 bulan yang tersisa, KPP Pratama harus bekerja ekstrakeras untuk bisa memaksimalkan capaian pajak dari pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN) itu.
Sementara itu, jika capaian pajak pusat di Kediri masih minim, realisasi pajak daerah di Kota Kediri lebih tinggi. Hingga 8 Oktober lalu, realisasi pajak sudah mencapai 83 persen atau sekitar Rp 163 miliar.
Kepala BPPKAD Kota Kediri Sugeng Wahyu Purba Kelana menuturkan, penyumbang terbesar pajak daerah berasal dari pajak barang dan jasa tertentu (PBJT). Mulai PBJT atas makanan dan minuman, hotel, listrik, parkir, dan lainnya. “Kontribusi PBJT tersebut ada sekitar 40 persen,” ungkap Sugeng sembari menyebut di akhir tahun biasanya pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang paling besar.
Lebih jauh Sugeng mengatakan, pihaknya akan berupaya memaksimalkan capaian di 2,5 bulan yang tersisa. Seperti tahun lalu, dia optimistis target pajak tahun ini bisa terlampaui.
Salah satu upaya untuk memaksimalkan capaian pajak adalah dengan
melakukan perpanjangan Perjanjian Kerjasama Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah (PKS OP4D). Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Kepala KPP Pratama Kediri Mulyanto Budi Santoso menandatangani kesepakatan kerja sama.
Menurut Sugeng kerja sama itu berdampak signifikan pada capaian pajak. Setidaknya kepatuhan meningkat sekitar 23 persen. “Sebelumnya di angka 59 persen, sekarang di angka 70 sampai 80 persen. Ini dampak positif yang sudah ada,” jelasnya.
Terkait kenaikan target pajak tahun depan, Sugeng memastikan pemkot akan berhati-hati dan lebih bijak dalam menentukan target. Dia tidak ingin ada gejolak seperti yang terjadi di Kabupaten Pati beberapa waktu lalu. “Untuk target kenaikannya antara 5 – 10 persen,” tandasnya. (*)
Editor : Mahfud