Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Bedali, Ngancar, Kabupaten Kediri: Peduli ODGJ Bentuk Posyandu Jiwa untuk Lakukan Pembinaan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 21 Februari 2024 | 17:25 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pemerintah Desa Bedali sangat memperhatikan kebutuhan seluruh warganya. Tak terkecuali mereka yang terindikasi ODGJ. Salah satunya dengan mendirikan Posyandu Jiwo Aji, untuk kesehatan jiwa.

Ada perasaan miris ketika pertama kali Bahrul Rahmat menjadi Kepala Desa Bedali, Kecamatan Ngancar 2019 silam. Yakni ketika melihat data, ada banyak warganya yang masuk kelompok orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Jumlahnya mencapai 40 penderita.

"Dulu awal banyak sekali yang dikirim ke RSJ," kenangnya.

Dia kemudian berdiskusi dengan pihak puskesmas. Dari situ muncul inisiatif untuk membuat posyandu jiwa. Namanya Posyandu Jiwo Aji. Tidak hanya warga desa saja, bahkan dari luar Bedali juga tidak jarang dibawa ke tempat itu. Untuk dilakukan pembinaan dan pengobatan.

"Di situ juga membentuk kader keswa (kesehatan jiwa, Red), " terang laki-laki kelahiran 1990 itu.

Posyandu ini bertujuan untuk menaungi ODGJ yang ada di Bedali. Tujuannya  merawat demi menurunkan potensi kambuh. Mulai dari pemberian obat sampai dengan edukasi.

"Karena memang mengobati mereka itu tidak hanya dengan obat. Namun juga perlu diajak komunikasi, diajak sesuatu yang menyenangkan. Dan mereka itu jangan dikucilkan," jelas pria umur 34 itu.

Dengan dibentuknya posyandu ini, sekarang tinggal hanya satu orang yang masih gampang kambuh. Sementara lainnya terkendali dan tidak mudah kambuh.

 

Serat Daun Nanasnya Terkenal hingga Luar Negeri

Pemdes Bedali juga perhatian di bidang potensi swadaya masyarakatnya. Utamanya pada kelompok tani. Mereka mengikutkan perwakilan petani nanas ke Subang, Jawa Barat. Bertujuan mengikuti pelatihan pemanfaatan daun nanas. Dijadikan serat menjadi bahan jadi seperti tas rajut, tirai, dan lainnya.

Memang, di Desa Bedali kaya akan sumber daya nanas. Karena seperti halnya wilayah Gunung Kelud lain, desa ini menjadi sentra tanaman nanas.

Karena antusiasme warga tinggi, mereka berusaha melanjutkannya. Dengan mengajukan proposal ke berbagai instansi. Juga ke pemerintahan desa. Terutama setelah Bahrul menjadi kades, dukungan penuh diberikan untuk program ini.

"Karena memang ini merupakan potensi desa. Jadi kami sangat mendukung. Memang, di Kecamatan Ngancar, yang berjalan hanya Desa Bedali," aku Bahrul.

Dengan antusiasme  masyarakat dan dukungan pemdes, home industri milik kelompok tani Tani Mukti dan kelompok wanita tani Berkah Istika di Dusun Sumberjati ini terus berjalan.  Tidak jarang hasil produksi itu juga dipamerkan dalam pameran UMKM.

Namun, yang jadi kendala adalah  biaya pembuatan yang mahal, sehingga menyebabkan hasil jadi juga mahal. Bila dijual di lokalan akan sulit.

Beberapa waktu lalu, Banglitbangda Kabupaten Kediri bersama UB, Universitas Ciputra dengan menggandeng perwakilan dari Taiwan, Jepang dan Inggris berkunjung.  Hal ini membuka peluang kerjasama dengan pihak asing. Sehingga peluang penjualan-pun membesar.

"Di sini masyarakat jadi lebih semangat juga, karena peluang bisa ekspor pun terbuka, " terang Bahrul.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#posyandu #PEDULI #odgj #Pembinaan