Akhir-akhir ini terjadi insiden di beberapa tempat, kucing mengalami kematian secara masal. Diketahui penyebabnya adalah virus feline infectious peritonitis (FIP) atau feline coronavirus.
“Feline infectious peritonitis (FIP) dikenal sebagai patogen virus yang menyerang kucing, tetapi tidak menyerang manusia, anjing, atau spesies hewan lainnya,” terang Dokter Hewan Klinik Asa Nadlarotunna’imma.
Dia menjelaskan bahwa FIP pada kucing disebabkan oleh corona virus yang menyerang organ inti hewan. Untuk tujuan diagnostik, FIP diklasifikasi ke dalam dua kategori besar yakni bentuk basah atau disebut efusif dan bentuk kering atau disebut non-efusif.
FIP pada kucing disebabkan oleh virus corona yang unik pada kucing. Karena menyerang organ inti si mpus, virus ini ada dan hidup di ususnya. Pada banyak kasus kucing lainnya tertular melalui kontak dengan kotoran si mpus yang telah terinfeksi. Hal itu bisa terjadi karena si mpus yang sehat berbagi litter box atau kotak pasir dengan mereka yang sudah terinfeksi lebih dahulu.
“Tetapi jika kucing kondisi sehat, dan tingkat kekebalannya tinggi kemungkinan terkena FIP sedikit,” imbuhnya. Sebaliknya si mpus yang sistem kekebalannya lemah akan berisiko lebih tinggi terkena FIP, termasuk anak kucing dan kucing dengan penyakit kronis.
Pada kucing yang sudah terinfeksi FIP akan menunjukkan gejala klinis berdasarkan bentuknya yakni efusif (wet) dan non-efusif (dry). Tetapi tahap pra FIP tidak begitu jelas dan hanya tanda-tanda awal yang muncul seperti kelesuan, nafsu makan berkurang, dan demam yang berfluktuasi.
Tanda pertama kucing terkena FIP adalah suhu tubuh yang berubah. Sebagai pemilik harus perhatikan perubahan yang muncul pada si mpus kesayangan, karena pada dasarnya FIP itu menyerang organ inti. Jika suhu tubuh biasanya bisa melebihi 39 derajat Celcius. Saat suhu tubuh tidak turun dalam beberapa hari, sebaiknya segera membawa si kucing ke dokter hewan untuk diperiksa lebih lanjut.
“Kemudian gangguan pada pernafasan,” kata Nana.
Dengan Suhu tubuh yang melebihi batas normal, biasanya diikuti oleh tanda lain seperti pernapasan yang terganggu. FIP yang menyerang organ inti dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam paru-paru. Sebagai pemilik kamu bisa melihat ketika kucing bernapas dengan cara yang tidak normal.
Baca Juga: Virus Flu yang Menyerang Kucing
Tanda ketiga adalah terjadi pembengkakan pada rongga perut. Seperti halnya paru-paru yang berisi cairan, organ inti yakni rongga perut tiba-tiba membengkak karena cairan yang menumpuk. Kategori ini disebut juga efusif atau bentuk basah dari FIP.
“Dan yang terakhir adalah penyakit pada mata,” ungkap perempuan asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini. Penyakit mata atau ocular disease menjadi salah satu tanda FIP dalam bentuk non-efusif dry yang membuat perubahan warna dan peradangan iris, hingga endapan keratin di belakang kornea.
Nana menambahkan bahwa kucing liar maupun kucing peliharaan telah terbunuh oleh penyakit ini. Sejak bulan Januari, para ahli telah memperingatkan bahwa banyak kucing dapat mati jika virus tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah