Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Dunia Hari Ini Meroket 6%, Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Masa

S
Ilustrasi minyak mentah dunia
Ilustrasi minyak mentah dunia

Advertisement

JP Radar Kediri - Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 6% pada perdagangan Senin (20/4/2026), menghapus penurunan tajam yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Gejolak ini dipicu oleh penutupan kembali Selat Hormuz, jalur vital yang melayani seperlima pasokan minyak dunia, setelah kedua negara saling tuduh terkait pelanggaran gencatan senjata.

Advertisement

Mengutip Reuters, minyak mentah berjangka Brent melonjak 6,11 dolar AS atau 6,76 persen, menjadi 96,49 dolar AS per barel pada pukul 23.27 GMT.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, lonjakan signifikan terjadi pada dua acuan utama minyak dunia:

Minyak Brent: Melonjak 6,76% atau naik 6,11 dolar AS menjadi 96,49 dolar AS per barel.

Advertisement

Minyak WTI (AS): Meroket 7,79% atau naik 6,53 dolar AS ke posisi 90,38 dolar AS per barel.

Ketegangan memuncak setelah Presiden AS, Donald Trump, mengklaim militer AS telah menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade pada Minggu (19/4/2026). 

Di sisi lain, Iran merespons dengan menutup kembali Selat Hormuz dan menyatakan menolak berpartisipasi dalam perundingan damai tahap kedua.

Saul Kavonic, Kepala Riset MST Marquee, menilai pasar sangat reaktif terhadap narasi di media sosial. "Pasar minyak terus bergejolak merespons unggahan media sosial yang berubah-ubah, alih-alih kondisi nyata di lapangan yang masih menyulitkan arus minyak kembali normal," ujarnya.

Pasar Keuangan Indonesia: IHSG Melaju, Rupiah Terkapar

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis Buntut Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis Buntut Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Harga minyak mentah dunia dilaporkan mengalami lonjakan yang signifikan pada perdagangan awal pekan, Senin (13/7). Hal ini buntut ketegangan geopolitik di Timur Teng

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer