Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bukan sekadar Pahlawan Keluarga

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 14 November 2022 | 21:00 WIB
PANUTAN: Seorang ayah membantu putrinya membuat wayang dari koran bekas di Sekolah Alam Ramadhani, Mojoroto, Kota Kediri, kemarin (12/11). (Foto: Wahyu Adji Febrianto)
PANUTAN: Seorang ayah membantu putrinya membuat wayang dari koran bekas di Sekolah Alam Ramadhani, Mojoroto, Kota Kediri, kemarin (12/11). (Foto: Wahyu Adji Febrianto)
Mungkin, belum semua tahu ada peringatan Hari Ayah Nasional. Hari yang didedikasikan untuk sang kepala keluarga ini jatuh setiap 12 November. Tahun ini, bertepatan dengan Sabtu kemarin.

Beragam pandangan tentang sosok sang ayah yang dimiliki para remaja ketika mereka dimintai komentar dan pendapatnya. Tapi, mayoritas melihat figur bapak adalah pengayom keluarga. Tentu dengan sederet beban dan tanggung jawab yang harus dipikul.

“Ayah adalah sosok yang penting dalam kehidupan saya,” aku Ferdiansyah Tri Pamungkas. Pemuda 17 tahun ini duduk di kelas 12 SMAN 7 Kota Kediri.

Seperti kebanyakan keluarga lain, ayah Ferdi adalah tulang punggung keluarga. Setiap hari berjerih payah mencari penghasilan. Demi penghidupan yang baik bagi keluarga.

Baginya, sang ayah adalah sosok yang menginspirasi. Bekerja tanpa mengenal lelah. Serta tidak pernah mengeluh. Bekerja siang dan malam. Apapun dilakukan walaupun harus memeras keringat dan pikiran.

“Ayah saya pekerja keras dan mencintai anak-anaknya. Dia juga sosok yang tidak mudah putus asa,” pujinya.

Sebagai anak, remaja kelahiran 2005 ini bertekad ingin mengangkat derajatnya. Caranya, dengan sukses dalam prestasi akademik dan non-akademik. Di bidang non-akademik ia berusaha semaksimal mungkin menjadi atlet tenis lapangan. Karena sang ayah juga atlet tenis.

Pandangan hampir sama diutarakan oleh Ianatul Nuril Aini. Remaja putri usia 17 tahun ini melihat ayahnya adalah pekerja keras. “Beliau selalu memnuhi keinginan maupun kebutuhan saya dengan sangat baik,” aku siswa  kelas 11 SMAN 2 Pare, Kabupaten Kediri ini.

Remaja yang disapa Ana ini mengakui bila ayahnya sosok yang galak, tegas, dan keras. Namun, sangat perhatian pada keluarga. Juga, masih memiliki sisi humoris. “Saat luang sering bercanda dengan saya,” akunya.

Memang, ayahnya hanyalah pekerja kasar, tukang bangunan. Yang kerjanya harus di bawah terik Mentari langsung. Bila hujan, juga harus siap terguyur basah. Belum lagi, sepulang kerja, dia harus mencari rumput. Untuk pakan ternak yang mereka miliki.

“Sifat beliau yang pekerja keras, saya ingin menirunya,” tegas Ana, yang bertekad ingin membahagiakan keluarganya ketika sudah saatnya nanti.

Beda dengan Adinda Satria Gamal. Bagi remaja 18 tahun ini, tak ada kata yang mampu menjelaskan , sosok ayahnya ini tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Menurut mahasiswa IIK Strada Jurusan Radiologi, ayahnya ini tidak hanya pahlawan bagi keluarganya, namun juga bagi orang lain.

“Hal yang paling saya ingat karena melihat secara langsung, ketika ayah mendapatkan panggilan operasi pukul 02.30 dini hari,” kenang Gamal.

Ya, ayah Gamal memang asisten dokter di Rumah Sakit Gambiran. Semangat ayahnya sebagai tenaga medis menjadi salah satu motivasi hidupnya. Walau motivasi bukan pekerjaan yang bisa seperti ayahnya, namun dapat mencontoh keuletan dan kerja kerasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #seputar kabar kediri #hari ayah #info kediri rya #kabar seputar berita kediri #berita viral #info kediri raya #kabar terbaru kediri #kediri hitz #kediri kekinian #kediri terbaru #kediri lagi #kediri hari inin #peringatan hari ayah