KEDIRI, JP Radar Kediri - Hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Udara Bersih Internasional untuk Langit Biru. Sayangnya, hak masyarakat Kota Kediri mendapatkan udara bersih masih terkendala. Banyaknya pembangunan, ditambah cuaca ekstrem menjadi faktornya.
“Saya kalau melintas di jalanan Kota Kediri kadang memakai masker dobel,” keluh Rusmiati.
Penyebabnya? “Banyak proyek di mana-mana. Debunya bertebaran,” lanjut warga Kecamatan Pesantren, Kota Kediri itu menyampaikan alasan.
Ya, di Kota Kediri saat ini memang banyak proyek yang dikerjakan. Mulai dari rehabilitasi jalan, pembangunan drainase, hingga pengerjaan proyek strategis nasional (PSN). Ditambah dengan cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, lengkaplah sudah ‘penderitaan’ warga kota. Terutama bila berhubungan dengan mendapatkan udara bersih.
“Saya itu kan punya asma ya? Saat ini terkadang membuat malas keluar rumah. Kecuali ada kepentingan yang mendesak. Prihatin terkadang,” imbuh perempuan berusia 38 tahun itu.
Dia kemudian bercerita ‘kesengsaraaannya’ ketika melintas di Jalan Mayor Bismo. Tepat di proyek pembuatan jalan tol.
“Kan waktu sore itu banyak orang pulang kerja, jadi macet. Ditambah saat itu ada penurunan material. Wah, di situ nafas saya mengkis-mengkis. Untung masih bisa saya atur dan selamat sampai rumah,” ucapnya mengenang pengalaman ketika bersepeda motor melintas di salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kelurahan Semampir itu.
Hal serupa juga disampaikan Imam, 45, warga Kecamatan Kota, Kota Kediri. Dia menyebut jika kondisi udara di Kota Kediri saat ini tidak ramah kepada penderita asma.
Baca Juga: Harianto Dkk Hirup Udara Bebas 100%
“Punya asma tapi alhamdulillah bukan yang sampai akut. Hanya saja tetap antisipasi dobel masker saat berkendara menggunakan sepeda motor,” terang bapak dua anak itu.
Setiap hari Imam melintasi lokasi-lokasi yang sedang ada proyek pembangunan. Mulai dari pembangunan drainase di Jalan PB Sudirman hingga PSN Jalan Tol di Jalan Mayor Bismo. Polusi kendaraan dan debu dari proyek itu praktis menjadi makanan sehari-hari.
Kondisi seperti ini membuat ritme bepergiannya berubah dari biasanya. Dulu dia bisa keluar rumah sewaktu-waktu. Kini, dia atur agar dampak debu tak terlalu terasa.
“Saya lebih memilih berangkat lebih awal dan pulangnya malam sekalian. Biar tidak kena macet dan udaranya tidak separah saat siang dan sore,” akunya.
Baca Juga: Karhutla Palangka Raya Tembus 306 Kejadian, DPRD Minta Sekolah Diliburkan Jika Kualitas Udara Buruk
Imam berharap di lokasi proyek-proyek itu rutin dibasahi. Agar debunya tidak bertebaran. Supaya pengendara yang melintas lebih merasa nyaman. Tidak mengalami sesak nafas atau mata perih.
Adinda, warga Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, merasa perlu melakukan perlindungan diri yang ekstra ketika melintas di jalanan Kota Kediri. Tak hanya bermasker tapi juga berkaca mata.
“Kadang hidungnya aman tapi debunya masuk ke mata. Perihnya sampai membuat mata berkaca-kaca dan bahaya juga kalau untuk berkendara,” terangnya.
Baca Juga: Udara Dingin Karena Bediding Namun Kerja Shift Malam? Tak Usah Khawatir, Begini Rekomendasi BMKG
Perempuan berusia 25 tahun itu memang tak memiliki penyakit asma. Tetapi debu di jalanan yang dilintasi setiap bekerja membuat matanya sering merah. “Tak jarang sampai rumah harus ditetesi obat mata biar lebih gak berlarut-larut,” tuturnya.
Berbeda dengan sebelumnya, Dhea, warga Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri menyebut jika polusi udara membuat muncul bintik-bintik kecil di di area wajah. Yang dia istilahkan dengan beruntusan.
“Tidak tahu pasti tapi beberapa bulan terakhir ini dahi saya beruntusan. Ya perkiraan saya karena sering melintas di area proyek pembangunan juga terjebak macet. Polusi kendaraan,” duganya.
Ibu satu anak ini menyebut jika jerawat juga mulai bermunculan. Padahal dia sudah rutin memakai masker. Hanya saja memang tidak meng-cover semua bagian wajah.
“Kemarin aku datang ke klinik memang dianjurkan untuk rutin cuci muka dan double cleansing. Agar debu-debu yang menumpuk di wajah benar-benar bersih,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri