Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Agung Prio Apriliano, dari PlayStation ke Juara Nasional Downhill: Balapan Pertama, Bannya Bocor di Lintasan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 16 Juli 2026 | 07:00 WIB
Sosok Agung Prio Apriliano
Sosok Agung Prio Apriliano

Semuanya berawal dari kecintaannya pada game Playstation. Berlanjut pada peniruan-peniruan dengan aksi di dunia nyata. Mengantarnya meraih berbagai penghargaan.

 

ASAD M.S., Kabupaten JP Radar Kediri

 

"Kalau dulu habis main PS langsung ambil sepeda. Terus meniru yang ada di game. Namanya juga anak kecil," kenang Agung Prio Apriliano.

 

Sosok yang biasa disapa Agung itu adalah atlet sepeda gunung. Dia menceritakan awal mula terpikat dengan olahraga ekstrem ini.

 

 Hingga kini mengoleksi medali dan piala yang sangat banyak.

Semuanya berawal dari kesukaannya terhadap game PS berjudul Downhill.

 

Game balapan sepeda di arena curam yang pada saat itu sangat digandrungi anak seusianya.

 

“Waktu itu memang sangat trend,” jelasnya di sela-sela kesibukannya bersiap menuju final Kejurnas Sepeda Gunung di Bogor.

 

Bagi bocah asal Canggu, Badas, Kabupaten Kediri itu, downhill hanyalah permainan yang terlihat seru.

 

 Tak pernah terlintas di benaknya bahwa bertahun-tahun kemudian ia akan berdiri sebagai juara nasional nomor downhill.

 

Saat duduk di bangku SD kelas lima, ia mulai jatuh cinta pada sepeda.

 

 Bukan karena ada pelatih, bukan pula karena fasilitas yang lengkap.

 

 Ia hanya anak kampung yang senang mengayuh sepeda bersama teman-temannya.

Baca Juga: Sosok Alvina Mahajaya Putri, Model dan Beauty Pageant Muda Asal Kediri: Tak Hanya Pengalaman, Lawan Juga Guru Terbaik

 

Berawal dari kecintaannya dengan game itu, dia pun hoby bermain sepeda.

 

Di belakang rumah, Agung membuat lintasan sederhana dari gundukan tanah. Jalurnya jauh dari kata profesional.

 

Namun, cukup untuk memuaskan rasa penasaran bocah yang ingin merasakan sensasi menuruni bukit seperti para atlet yang ia lihat di YouTube dan permainan PS Downhill. 

 

“Bikin trek mini di belakang rumah buat seru-seruan,” ujarnya laki-laki kelahiran Pare, 25 April 1999.

 

Saat hari libur tiba, petualangannya berlanjut. Ia meminta diantar orang tuanya menuju Gunung Klotok.

 

Di sana terdapat lintasan yang kala itu menjadi tempat berkumpul para pecinta downhill.

 

Perjalanan menuju lokasi latihan bukan perkara mudah. Dari rumah menuju Gunung Klotok cukup jauh.

 

Sepeda harus diangkut menggunakan sepeda motor. Namun, semua itu tidak pernah terasa berat bagi Agung kecil.

Baca Juga: Sosok Inspiratif Mubarok Ainul, Orang Kediri Pertama yang Raih Gelar Doktor Ushul Fikih dari Ummul Qura Makkah

 

Baginya, bisa bermain sepeda di gunung sudah menjadi hadiah yang sangat menyenangkan.

 

Yang membuatnya semakin bersemangat adalah dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

 

Alih-alih melarang karena dianggap berbahaya, mereka justru senang melihat anaknya memiliki aktivitas positif.

 

"Orang tua malah mendukung. Mereka senang saya punya kegiatan," ujarnya.

 

Ketika rutin bermain di Gunung Klotok saat SMP, ia bertemu komunitas pesepeda yang berisi para senior downhill.

 

Dari merekalah Agung mulai memahami teknik dasar balapan. Sedikit demi sedikit kemampuannya berkembang. 

 

Sebenarnya ia sudah memberanikan diri mengikuti lomba sejak akhir SD hingga awal SMP.

Baca Juga: Sosok Anisa Aulia, Atlet Tuna Daksa Andalan Paralimpik Kota Kediri: Keterbatasan Tak Menghalanginya Meraih Mimpi

 

Namun hasilnya jauh dari harapan. Balapan pertamanya bahkan tidak selesai karena ban bocor di tengah lintasan.

 

Banyak orang mungkin akan kapok setelah mengalami kegagalan seperti itu.

 

Namun bagi Agung, justru sebaliknya. Keinginan itulah yang membuatnya terus datang ke lintasan setiap pekan.

 

Tidak ada kata menyerah, meski kala itu ia belum memahami latihan secara profesional.

 

"Kendalanya dulu justru ke tempat latihannya. Harus jauh, bawa sepeda pakai motor," jelasnya.

 

Kesabaran itu akhirnya berbuah manis pada 2015. Saat masih duduk di bangku SMP kelas IX, Agung dipercaya memperkuat Kota Kediri di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur di Banyuwangi.

 

 Kesempatan itu menjadi titik balik kariernya. Ia berhasil mempersembahkan medali emas.

Baca Juga: Mengenal Sosok Galuh Panggalih Dewanti, Atlet Voli Berbakat Asal Kediri

Sejak saat itu namanya mulai dikenal di dunia downhill nasional. Berbagai kejuaraan terbuka di berbagai daerah terus ia ikuti.

 

Capaian-capain dia dapatkan. Mulai dari Juara nasional Mountauin Bike (MTB) Enduro pada 2023, Juara Nasional MTB Downhill 2025. Termasuk kejuaraan di luar negeri.

 

Seperti pada 2026 ini dia ikut serta di kejuaraan dunia downhill seri pertama di Korea. Kariernya terus menanjak hingga akhirnya mencapai pencapaian terbesar sebagai Juara Nasional Downhill 2025. 

 

“Ini besok Minggu (19/7) final. Saat ini persiapan itu,” jelasnya.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
sepeda gunung downhill prestasi medali atlet