Menakhodai kamar organisasi seperti kamar dagang dan industri (kadin) bukan hal mudah di zaman seperti ini. Masa ketika ketidakpastian ekonomi terus mendera. Toh, itu tak menyurutkan tekad bagi wanita ini berusaha membuat dunia usaha di Kota Kediri tetap tangguh.
EMILIA SUSANTI, Kota, JP Radar Kediri
Vie-sapaan akrabnya-masih sama seperti dua tahun lalu, ketika pertama kali bertemu dengan Jawa Pos Radar Kediri. Penampilannya tetap kalem. Penampilannya rapi nan outstanding. Meski ditemui di rumahnya.
Tak banyak yang berubah dari sosok wanita ini. Meskipun dia baru saja terpilih menjadi ketua organisasi besar yang berisi para penggerak ekonomi. Ya, dia baru saja terpilih menjadi ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Kediri.
"Setiap tanggung jawab baru pasti banyak tantangan ya. Tetapi menurut saya tantangan bukan membuat kita takut tetapi malah membuat kita semangat lagi," ucapnya mengenai amanah sebagai Ketua Kadin Kota Kediri.
Wanita berusia 47 tahun ini akan menakhodai Kadin Kota Kediri hingga 2031. Setelah dia secara resmi dilantik oleh Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto, Senin (13/7), di Ruang Jayabaya Balai Kota Kediri.
Menyoal jabatan barunya, Vie mengaku dirinya tak pernah mendaftarkan diri berebut posisi itu. Namun, lantaran form pendaftaran tahap pertama tak ada yang berminat, calon ketua akhirnya mengerucut ke tiga nama. Salah satunya adalah dirinya, Novianti Handayani.
Selanjutnya, Vie mengaku hanya mengikuti alur yang ada. Mulai dari mengisi berkas administrasi hingga melakukan interview. Semua proses dijalaninya dengan sungguh-sungguh. Meski dua kandidat lainnya mengundurkan diri sesaat sebelum interview.
Berbicara siap tidak siap, Vie sebetulnya juga ingin berkata tidak siap. Namun, dia juga orang yang selalu menyadari penuh setiap keputusan yang diambilnya.
"Saya itu orangnya berjalan aja. Saya memang punya mimpi tapi tidak pernah melampaui keputusan Tuhan. Saya selalu berusaha mengukur kemampuan diri saya," akunya.
Bisa dibilang, Vie memang telah bersiap diri saat kesempatan menjadi ketua kadin itu datang. Dia pun melalui seluruh prosesnya secara kesadaran penuh dan tak asal-asalan. Ternyata, Vie punya alasan kuat dan mendalam atas hal tersebut.
Bagi yang belum tahu, Vie pernah mengalami kecelakaan parah beberapa tahun yang lalu. Kecelakaan itu membuatnya harus terbaring di kasur selama berbulan-bulan. Tak bisa duduk apalagi berjalan.
Menghadapi badai tersebut, dirinya tidak terpuruk begitu saja. Dia tetap berjuang meski dokter memvonis bahwa peluang untuk bisa berjalan hanya sepuluh persen. Dengan penuh kesabaran, dia tetap belajar untuk duduk, berdiri, berjalan satu dua langkah, hingga bisa berjalan seperti sekarang ini.
"Saat saya bisa berdiri dan berjalan saya punya nadzar itu Tuhan, setelah saya bisa berjalan saya memang masih dibutuhkan untuk kepentingan masyarakat, orang banyak, dan saya memang masih bermanfaat, saya siap. Jadi apapun yang di depan saya, yang diberikan ke saya, saya akan terima. Jadi kalau dibilang siap nggak siap, semua orang ndak akan siap kalau dikasih tanggung jawab besar. Tetapi kesiapan itu bisa terlaksana kalau kita memang mengerti alurnya, mau belajar dan menempa diri sendiri untuk bisa menerima tanggung jawab," tuturnya.
Tak ayal, Vie tampak begitu tenang dalam mengemban tanggung jawab barunya. Itu karena dirinya telah melalui banyak badai dalam hidupnya. Lebih dari itu, dia tak hanya siap menjalankan tugasnya sebagai ketua kadin. Melainkan juga siap menerima konsekuensi atas keputusan yang diambilnya. Termasuk bila ada yang kontra dengan kebijakan yang dibuatnya nanti.
Menjadi Ketua Kadin Kota Kediri, Vie menyadari situasi dunia usaha ini tengah mengalami tantangan atas ketidakpastian ekonomi sekarang ini. Namun, dia ingin para pelaku usaha di Kota Kediri jatuh begitu saja. Dia menekankan bahwa tantangan itu harus menjadi semangat pelaku usaha untuk terus berinovasi. Mulai dari inovasi produk, pemasaran, dan masih banyak lagi.
Tak hanya itu, dia melihat bahwa dunia usaha di era sekarang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kedepan, dia berharap akan ada banyak kolaborasi yang terjadi. Mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, dan dinas-dinas terkait lainnya. Kolaborasi itu bisa diwujudkan melalui event, pelatihan, maupun lainnya.
"Saya harap pelaku usaha termasuk bagi UMKM tetap berjuang. Kita tidak bisa bekerja sendiri, harus bersama-sama, berkolaborasi dalam sebuah event yang bisa menjadi ikon baru," harapnya.(fud)
Editor : Andhika Attar Anindita