Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hilang Penglihatan, Pasutri Asal Kediri Ini Gantungkan Hidup dari Bantuan Pemerintah

Emilia Susanti • Selasa, 5 Mei 2026 | 19:29 WIB
BERI BANTUAN: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (kiri) bersama Dandim 0809 Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah dan Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengunjungi pasutri Sumiran dan Leginah yang kehilangan penglihatan akibat katarak kemarin.
BERI BANTUAN: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (kiri) bersama Dandim 0809 Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah dan Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengunjungi pasutri Sumiran dan Leginah yang kehilangan penglihatan akibat katarak kemarin.

Tak Masak Bersantan karena Takut Parut Kelapa

Sumiran dan Leginah kehilangan penglihatan sejak beberapa tahun silam. Membuat keduanya tak bisa lagi bekerja, hanya bisa menggantungkan hidup dari bantuan pemerintah. Namun keduanya berusaha tetap mandiri, tak merepotkan orang di sekitarnya.

EMILIA SUSANTI, Kabupaten, JP Radar Kediri

Sumiran dan Leginah tersenyum lebar. Menjabat tangan Hanindhito Himawan Pramana. Meskipun tak bisa melihat wajah sang bupati Kediri itu, pasangan suami istri tersebut terlihat semringah.

Kesempatan dikunjungi orang nomor satu di Kabupaten Kediri dimanfaatkan dengan baik oleh pasutri warga Dusun Sumberbahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu ini. Termasuk meminta bantuan karena sudah tidak bisa bekerja lagi.

Baca Juga: Kunjungi CJH Tertua, Dhito Titip Doakan Kediri, Ini Jemaah Yang Akan Dapat Pendampingan!

“Kula pun boten saget nyambut damel (saya sudah tidak bisa bekerja lagi, Red),” ucap Sumiran kepada Dhito.

Sang bupati yang diwaduli manggut-manggut. Menimpalinya dengan pertanyaan terkait bantuan yang diterima pasutri tersebut.

“Dapat BLT-nya berapa?” tanya sang bupati.

“Rp 300 ribu,” Sumiran menjawab dengan cepat.

Sumiran dan Leginah adalah pasutri yang menderita katarak. Penglihatan mereka hilang sejak beberapa tahun lalu.

Bulak putih lak kula, boten ireng (putih pudar kalau penglihatan saya, bukan hitam, Red),” terang Sumiran, mengenai kondisi penglihatannya saat ini.

Karena kondisi itulah kemarin keduanya didatangi tamu orang-orang penting. Selain Bupati Dhito, juga ikut berkunjung Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah dan Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji.

Para pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) pun duduk di sofa yang dudukannya sudah berganti dengan lembaran kayu itu. Di ruang tamu berdinding batako berlantai plester semen.

Informasi dari ketua rukun tetangga di tempat tinggal pasutri itu, Karsono, penglihatan Sumiran mulai kabur lima tahun silam. Pada awalnya Sumiran masih bekerja seperti biasa. Menjadi penebang kayu. Hanya saja, kondisinya semakin parah hingga benar-benar tidak bisa melihat.

Wis enek tiga tahun (sudah tiga tahun),” ingat Sumiran.

Baca Juga: Progres Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Capai 49 Persen, Bupati Dhito Minta Dinsos dan Disdik Kawal Ketat Pembangunan

Sementara itu, Leginah ternyata lebih dulu kehilangan penglihatannya. Yaitu sepuluh tahun silam. Leginah pernah berobat ke rumah sakit. Namun pengobatan itu tidak dilanjutkannya karena harus bolak-balik untuk mendapatkan obat.

Setelah keduanya hilang penglihatan, pasutri ini pun tidak bisa bekerja lagi. Keduanya menganggur. Padahal, kondisi rumah mereka sebelumnya jauh dari kata layak. Masih berupa gedek atau bambu. Selain itu, mereka juga tidak punya anak.

Untungnya, pasutri ini masih tertolong dari bantuan pemerintah. Sekitar tiga tahun yang lalu rumah mereka diperbaiki melalui dana desa. Karenanya, rumahnya kini lebih kokoh. Sudah terbuat dari batako.

Lalu, beberapa bulan yang lalu, kamar mandinya juga diperbaiki. Kali ini melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Tak hanya itu, setiap bulannya Sumiran dan Leginah juga mendapat bantuan langsung tunai (BLT). Nilainya, seperti yang diceritakan Sumiran, sebesar Rp 300 ribu per bulan.

Bantuan itu baru bisa dicairkan per tiga bulan sekali. Sementara, untuk beras, keduanya memanfaatkan bantuan dari zakat fitrah. Beras itu disimpan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Dulu juga dapat PKH (Program Keluarga Harapan, Red) tetapi tiba-tiba terblokir. Akhirnya saya bantu urus lagi untuk dapat BLT yang dari desa itu,” tambah Karsono, ketua RT 03 RW 01.

Meski begitu, dana yang didapat itu terkadang kurang. Karenanya Leginah mengaku akan mengutang terlebih dahulu untuk membeli kebutuhan makan. Lalu, pembayaran utang akan dilakukan ketika bantuan sudah turun.

Saat ini, Sumiran dan Leginah hanya bisa menganggur setiap harinya. Hari-harinya dihabiskan di dalam rumah. Menariknya, Leginah masih tetap memasak setiap hari. Dia mengaku tidak ingin merepotkan kerabatnya perihal ini.

Baca Juga: Pasca Siswa di Ngasem Diduga Keracunan MBG, Bupati Kediri Dhito Tegas Awasi Dapur MBG: Akan Tutup Permanen SPPG Nakal yang Tidak Sesuai SOP

Ponakan-ponakan ya pada ga nduwene (keponakan-keponakan sama-sama tidak mampu, Red),” kata Leginah.

Sambil mengatakan itu dia bercerita tidak lagi membuat makanan bersantan. Penyebabnya karena memarut kelapa cukup membahayakan baginya yang tidak bisa melihat.

Bagaimana perasaan mereka mendapat kunjungan bupati Kediri? Sumiran dan Leginah mengaku senang. Dia berharap rumahnya bisa diperbaiki lagi.

Ya omah niki (ya rumah ini, Red),” candanya, saat ditanya apa yang diharapkannya dari kunjungan Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri.

Di rumah Sumiran dan Leginah, ketiganya juga mengecek rumah hingga bagian belakang. Yakni dapur serta kamar mandi yang digunakan pasutri tersebut. Di dapur tersebut, tampak ada banyak tumpukan kayu. Lalu di sebelahnya ada tungku untuk memasak. Selain itu, masih ada peralatan dapur lainnya seperti piring, gelas, panci, dan lain sebagainya.

“Tadi yang menjadi krusial di sana adalah rumahnya. Tapi alhamdulillah-nya rumah yang bersangkutan sudah mendapatkan TMMD, jadi MCK-nya sudah diperbaiki. Tapi hal-hal minor lainnya kami bantu,” tandasnya. (fud)

Editor : Andhika Attar Anindita
#bupati kediri kunjungi lansia di gadungan #Pasutri Kehilangan Penglihatan #Pasutri asal Gadungan Menderita katarak #sumiran dan leginah #Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana