Bagi Wildan, jadi dokter timnas futsal punya karakteristik yang khas. Yang berbeda dengan tugas kesehariannya sebagai dokter tim sepak bola seperti Persik Kediri. Terutama ketika menghadapi perubahan suasana hati ketika sang pemain sedang datang bulan.
EMILIA SUSANTI, Kota, JP Radar Kediri
Tidak ada sosok Muhammad Wildan Jauhar Alafi yang menemani setiap kali pemain Persik berlaga di BRI Super League. Saat pertandingan kontra PSIM Jogjakarta, sosok pria yang karib disapa Wildan ini tidak terlihat berlarian di lapangan ketika ada pemain cedera. Juga, wajahnya tak terlihat di bangku cadangan-bangku.
Ke mana sang dokter tim? “Saya ikut tim futsal putri selama dua bulan,” ucapnya, ketika sudah kembali bergabung dengan Persik.
Ya, Wildan memang sempat mendapat tugas baru beberapa waktu. Menjadi dokter timnas futsal putri. Tepatnya sejak 31 Oktober hingga perhelatan SEA Games usai.
Baca Juga: Pelatih Kepala Persik Kediri Marcos Reina Torres Pernah Diberi Bola Lionel Messi Saat Jadi Jurnalis
Masih mengenakan jersey latihan, Wildan pun mulai bercerita tentang awal mula dirinya bergabung dengan Timnas Futsal putri. Sekitar tiga bulan yang lalu, dia mengikuti proses wawancara dengan pelatih Timnas Futsal Putri.
“Saya enggak mengajukan diri. Dia sempat minta CV (curriculum vitae, Red),” akunya.
Kala itu, dokter berusia 29 tahun itu tak memiliki ambisi bisa bergabung ke Timnas Futsal Putri. Wawacaranya pun terbilang sebentar. Hanya sekitar 15 menit. Itupun hanya melalui zoom meeting . Oleh karena itu, Wildan tidak memiliki ekspektasi untuk lolos.
Baca Juga: Mengenal Juan Steven Susilo, Arkeolog di balik Tulisan Aksara Kuadrat di Jembatan Brawijaya Kediri
Namun demikian, dia tetap berusaha untuk melakoni sesi wawancara itu sebaik mungkin. Nah, salah satu pertanyaan yang diingatnya adalah bagaimana menghadapi pemain cewek.
"Waktu itu aku jawab profesional aja . Di rumah sakit pun dokter nggak bisa milih pasien ya, kami praktik di mana pun tidak bisa milih pasien, cewek atau cowok, tua atau muda, itu gak bisa. Jadi ya memposisikan diri aja," ungkapnya saat usai sesi latihan skuad Macan Putih .
Siapa sangka, Wildan akhirnya pun terpilih untuk menemani Timnas Futsal Putri. Dia pun memutuskan untuk bergabung. Hanya saja, memang sempat terjadi gejolak di dalam tim Persik Kediri. Namun akhirnya lampu hijau itu tetap diberikan untuk Wildan.
Baca Juga: KONI Kabupaten Kediri Genjot Lima Cabor Pendatang Baru, Siap Menyumbang Medali Porprov
Baginya, bergabung dengan Timnas Futsal Putri telah memberikan banyak pengalaman baru. Pasalnya, tingkat risiko cedera pada olahraga futsal jauh lebih tinggi dibandingkan sepak bola. Mengingat ukuran lapangan yang lebih kecil membuat benturan antarpemain bisa lebih keras.
Selain itu, menghadapi pemain cewek juga tidak sama ketika menghadapi pemain cowok. Menurutnya, hal yang paling membedakan adalah ketika menstruasi. Menurutnya, suasana hati pemain bisa berubah saat sedang datang bulan.
"Itu mempengaruhi performa. Kan kalau mens setiap orang berbeda. Ada yang nyeri ada yang enggak. Orang yang main dengan kondisi cedera aja nggak nyaman apalagi orang yang sedang mens," beber pria asli Kota Malang ini.
Baca Juga: Kota Pontianak Resmi Jadi Tuan Rumah Proliga 2026, Catat Jadwal Bermainnya!
Namun demikian, Wildan mengaku tidak ada masalah berarti saat dirinya di Timnas Futsal Putri. Pasalnya, dia menilai pemain lebih penurut dalam hal menjaga kebugaran tubuh. Sehingga, seluruh pertandingan selama SEA Games 2025 berjalan dengan baik.
“Berada di Timnas Futsal putri sangat berkesan bagi saya. Apalagi bisa mencetak sejarah, baru di SEA Games kali ini Timnas Futsal Putri bisa sejauh ini, dapat medali perak,” tandasnya.
Kini, terpampang di Timnas Futsal Putri sudah berakhir. Sejak 3 Januari lalu, Wildan kembali melakoni tugas lamanya di Persik Kediri. Tak hanya menemani pertandingan. Melainkan juga di setiap latihan skuad Macan Putih.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian