ZEYRA PUTRI WIDHIANINGTYAS, Kabupaten, JP Radar Kediri
Sebenarnya, lomba pembuatan konten iklan ini juga diikuti oleh mahasiswa. Meskipun demikian, para pelajar dari SMKN 1 Ngasem ini tak gentar. Bahkan, mereka mampu bersinar. Mereka meraih juara dua. Satu prestasi yang sangat membanggakan.
Hebatnya, persiapannya dilakukan tak memakan waktu lama. Bahkan, mereka baru tahu info lomba sepekan sebelum pengumpulan.
Sulit dipercaya memang. Hanya butuh waktu sehari semalam untuk produksi konten iklan. Namun itulah adanya.
Baca Juga: Kediri Sedang Cantik-Cantik-nya. Ini Spot-spot Bunga Tropis yang Bisa Anda Kunjungi
Tema lomba tersebut adalah “Inspirasi Tanpa Batas”. Membuat mereka harus berpikir kreatif secara maksimal.
Awalnya, mereka mengambil video dengan latar pasar. Tapi, hal itu sedikit menyulitkan mereka. Untungnya mereka cerdas dan kreatif.
Sebuah bangunan kantin sekolah sederhana berhasil disulap jadi pasar tradisional. Lengkap dengan elemen dan nuansa pasar realistis.
Baca Juga: Musim “Sakura” di Kediri? Yuk Kenalan dengan Bunga Tabebuya yang Sedang Bermekaran
“Take-nya waktu liburan semester, jadi kantin dan sekolah libur,” tegas Dhani Muzaqi, sang art director produksi.
Pengumpulan properti pendukung untuk menciptakan latar pasar yang realistis sempat menjadi kendala. Namun, hal tersebut bisa diatasi dengan kegigihan anggota tim. Bekerjasama mengumpulkan property.
“Harus realistis, alhamdulillah teman-teman kooperatif”. Imbuhnya.
Pengadaan settimg yang begitu rumit tersebut tidak berlangsung secara instan. Sang ketua produser Tedo Haris, menjelaskan bahwa sempat terjadi perselisihan pendapat terkait ide dan usulan yang diterima.
“Banyak ide, akhirnya disatuin menjadi satu konsep,” tegas Tedo.
Sebanyak 26 talent berhasil berlaga acting. Menghasilkan sebuah karya video iklan yang sangat menarik dan layak untuk diberi gelar juara.
Cerita Tedo, pada saat masa produksi tidak berjalan mulus. Banyak kendala eksternal yang harus dihadapi, salah satunya adalah cuaca.
“Hujan mulu, teman-teman jadi badmood,” tegasnya. Ia menyerukan bahwa temannya hampir putus aja dalam proses penggarapan. Dengan tekad dan niat yang teguh, mereka bisa menyelesaikan.
Baca Juga: Belasan Jalan di Kota Kediri Diusulkan Naik Kelas, Utamakan Ruas di Exit Tol Bandara Dhoho
Untungnya, sang kameramen juga cukup handal dalam mengambil gambar. Jadi bisa menyesuaikan sisa waktu produksi yang ada dengan cepat.
Di dunia perfilman, mereka baru belajar, Namun sudah mampu menciptakan karya yang bernilai tinggi. Sang actor utama, Al luthfi, mengatakan bahwa sebuah tantangan yang harus ia pecahkan untuk menjadi wajah karya.
“Berat banget, belum pengalaman juga” sampainya. Ia tak menyerah, terus belajar untuk menyesuaikan dengan ide dan jalan cerita.
Baca Juga: Pradio Manggara Putra, Musisi Kediri dan Gen Milenial yang Pilih Jalur Musik Cadas
Alhasil, Al luthfi mampu membawakan sebuah peran yang krusial dalam karya tersebut. “Kami memilih Luthfi karena dia yang paling cocok, mukanya jenaka,” tegas Tedo saat ditanya pemilihan talent.
Tedo menyimpulkan Luthfi memiliki aspek talent yang sangat cocok untuk memegang talent utama dari segi psikologis, psikis, dan demografis. Proses pengumpulan karya itu juga mengundang rasa yang was-was.
Pasalnya, mereka mengumpulkan tak kurang dari satu jam menjelang deadline, “Submitnya 1 jam menjelang deadline,” tegas Tedo. Hal tersebut cukup membuat mereka ketar-ketir, alhasil karya bisa tersubmit dengan komplet.
Baca Juga: Kisah Rizky Kurnia, Petinju Peraih Emas Porprov Jatim yang Gamang Masa Depan Keatletannya
Lomba JNE diumumkan satu bulan setelah pengumpulan. Terdapat 3.800 karya yang harus mereka hempas untuk berada di posisi tiga besar. Saat diumumkan dan mendapatkan juara, mereka mengaku sangat bangga.
“Gak nyangka aja, perjuangan kami gak sia-sia,” tutur Dhani. SMKN 1 Ngasem juga memberikan apresiasi penuh kepada generasi emas siswanya yang mampu membawa harum nama sekolah yang berada di Jalan Totok Kerot, Joho, Ngasem, ke Ibu Kota Indonesia, yakni Jakarta.
Sang Kepala Sekolah, Alvin Hilmi., MM., S.Pd., berbangga hati. Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan baik secara material maupun non-material untuk mempertahankan prestasi muridnya tersebut.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Heri Purnomo, Rogoh Kocek Sendiri demi Tambal Lubang-Lubang Jalanan
“Saya akan dukung perfilman SMKN 1 Ngasem untuk lebih berprestasi lagi.” Jelasnya kepada Wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Jumat, (10/9).
Apa yang mereka raih bukan cuma gelar juara. Melainkan juga kepercayaan diri dan keyakinan bahwa batasan bukan penghalang, melainkan tantangan untuk dibuktikan.
Semoga prestasi ini menjadi langkah awal bukan hanya untuk SMKN 1 Ngasem, tapi juga sumber inspirasi bagi sekolah-sekolah lain. Bahwa ketulusan kreasi, kerja sama tim, dan keberanian bermimpi besar bisa mengantarkan anak-anak muda menembus batas.
Tentunya hal ini juga diperlukan semangat generasi muda yang tinggi untuk terus berkarya dan menggaungkan literasi.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.