JP Radar Kediri - Qowimuddin Thoha berjalan menjauhi lapangan yang ada di bagian depan Balai Kota Kediri itu. Di belakangnya mengekor beberapa pejabat teras Pemkot Kediri.
Sekretaris Daerah Bagus Alit, Kepala Satpol Pamong Praja (Satpol PP) Syamsul Bahri, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Chevy Ning Suyudi termasuk di antaranya.
Tujuan mereka adalah beranda, setelah selama sekitar sepuluh menit mengikuti apel pagi.
Baru saja menginjak aspal jalan yang memisahkan lapangan dengan gedung utama balai kota, langkah wakil wali kota yang baru dilantik 20 Februari itu terhenti.
Dihadang beberapa wartawan yang meminta wawancara.
“Tadi mau berangkat, anak-anak saya (semua) tertawa. Saya pakai ginian baru ini ya... Ketika saya pakai, wah anakku guyu kabeh (tertawa semua, Red),” kelakar pria yang karib disapa Gus Qowim ini. Semua yang ada sontak tergelak.
Candaan pengasuh Pondok Pesantren Al Islah Bandarkidul, Mojoroto itu merupakan respon dari pertanyaan wartawan.
Yang ingin tahu seperti apa perasaannya berkantor sebagai wawali untuk pertama kalinya.
Sebenarnya, bagi Gus Qowim, mendatangi balai kota bukanlah hal baru. Sebelumnya dia sering juga datang ke tempat ini. Tentu saja, tujuan dan suasananya berbeda.
“Dulu saya sering masuk (balai kota) tapi dalam posisi yang sarungan. Hari ini saya pakaian seperti ini (seragam PNS warna khaki, Red),” ujarnya, masih sambil tertawa kecil.
Bagi jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Kediri, kehadiran Gus Qowim memberi kesan tersendiri.
Pria kelahiran 1970 itu mengisi jabatan wawali yang sudah kosong beberapa tahun pasca-ditinggalkan Lilik Ning Muhibbah, wakil wali kota periode 2019-2024.
Untuk pertama kali pula, ruang kerja wawali kembali diisi setelah kosong selama lima tahun.
Memasuki ruangan yang berada di lantai dua gedung balai kota itu, Gus Qowim nampak rileks. Sesekali pandangannya terarah ke sekeliling.
Melihat kondisi ruangan yang b erisi beberapa tropi serta foto pimpinan itu. Juga beberapa rak serta meja kerja yang masih kosong.
Bagi Gus Qowim, seakan ada kenangan tersendiri memasuki ruang kerjanya.
Karena tempat yang dia tempati itu pernah jadi kamar kerja kakak iparnya, Ning Lik. Yang meninggal di awal periode kepemimpinan keduanya kala itu.
Begitu dipersilakan menduduki kursinya, seketika Wakil Wali ke-4 Kota Kediri itu menunjukkan sedikit kecanggungan.
“Pinarak Gus,” Kasatpol PP Syamsul Bahri mempersilakan.
Sang wawali pun segera duduk di kursi kerja. Disertai tawa malu. Bapak lima anak itu juga sempat bergurau dengan menolak ajakan itu sembari tertawa.
“Perasaannya ya sama. Orang yang pertama kali masuk (ke ruang kerja pimpinan) pasti seperti itulah. Peh uapik men ruangane (bagus sekali tempatnya, Red),” kilahnya, sembari tertawa.
Soal Almarhumah Ning Lik, diakuinya bahwa dia sangat dekat dengan mendiang istri kakak pertamanya itu.
Selayaknya anak sulung, Ning Lik kerap menjadi teman berbincang adik-adiknya. Tak terkecuali Gus Qowim yang merupakan adik iparnya.
Meski sebelumnya cukup sering mengunjungi balai kota, dia mengaku baru mengetahui bahwa ruangan tersebut merupakan ruang kerja wakil wali kota.
“Tapi saya dulu pernah rapat di situ (ruang wawali, Red), rapat Baznas dan amil zakat. Bahwa di situ ruangannya wawali, saya nggak tahu,” akunya, sembari tertawa kecil.
Ketika mendapat informasi bahwa ruangan itu dulunya ditempati Ning Lik, dia pun memutuskan untuk salat pertama di balai kota dilaksanakan di ruangan tersebut.
Salat Duhur berjamaah itu digelar sekaligus untuk mendoakan mendiang.
“Yang pertama saya lakukan tadi Salat Duhur di situ. Jamaah sama teman-teman. Kedua, saya mengirimkan Alfatehah kepada beliau almarhumah,” ungkapnya.
Anak pendiri Ponpes Al Ishlah Bandarkidul KH Thoha Mu’id itu juga dikenal dengan kebiasaannya berkeliling warung untuk menjaring aspirasi.
Dengan jabatan barunya sebagai wakil kepala pemerintahan, Gus Qowim mengaku akan tetap menjalankan kebiasaan itu.
“Karena komunikasi saya selama ini di warung-warung itu jujur menyampaikan keluhannya, tidak mengada-ada. Dari saya saya juga menerima banyak masukan (dari masyarakat),” bebernya.
Masukan-masukan itu pula menurutnya bisa menjadi bahan untuk diteruskan ke instansi terkait. Dengan begitu bisa cepat teratasi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah