Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Kunci Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam Menjalankan Roda Kepemimpinan di Periode Kedua di Kabupaten Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 20 Februari 2025 | 17:11 WIB

 

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Pramono Anung, Sang Ayah dan Gusseto Ajie Bimo Pramana saat berkunjung ke situs Ndalem Pojok, Kecamatan Wates
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Pramono Anung, Sang Ayah dan Gusseto Ajie Bimo Pramana saat berkunjung ke situs Ndalem Pojok, Kecamatan Wates

JP RADAR KEDIRI- Hari ini, Hanindhito Himawan Pramana resmi memimpin Kabupaten Kediri untuk periode kedua. Selain dukungan luas masyarakat Kediri, keluarga menjadi suporter utama sekaligus partner diskusi sehari-hari.

Bertepatan dengan dilantiknya Dhito hari ini sebagai Bupati Kediri periode 2025-2030, Pramono Anung Wibowo, sang ayah, juga dilantik menjadi Gubernur Jakarta. Sama-sama menjadi kepala daerah, Dhito dan Pramono terbiasa berdiskusi.

Namun, satu hal yang dihindari oleh ayah dan anak itu.

“Kami tidak pernah berdiskusi tentang kebijakan apa yang harus diambil. Diskusinya lebih ke masalah keluarga,” ungkap pria kelahiran 31 Juli 1992 itu.

Diskusi dengan sang ayah yang juga merupakan politisi kawakan itu lebih pada tataran memberikan restu atau tidak. Adapun terkait pekerjaan sepenuhnya diserahkan kepada Dhito.

“Misalnya mau ambil keputusan terkait pemerintahan, tidak pernah sekalipun saya bahas dengan Bapak,” lanjutnya.

Tidak melibatkan Pramono dalam kepemimpinannya di Kabupaten Kediri, memang jadi pilihannya sejak awal. Dengan demikian, dia terbiasa menyikapi berbagai kondisi dan menyelesaikannya.

“Jadi ada ranah masing-masing. Kalau dengan bapak itu diskusi tentang keluarga,” terangnya.

Beda dengan Pramono Anung dan Endang Nugrahani, sang ibu, Dhito aktif berdiskusi dengan Eriani Annisa, sang istri, tentang program-program yang tengah dilaksanakan oleh perempuan yang akrab disapa Cicha tersebut. Dia mencontohkan  kasus dispensasi nikah di Kabupaten Kediri yang jumlahnya mencapai ratusan.

“Topik-topik seperti itu yang dibahas. Diskusinya tentang kami yang saling support di tugas masing-masing,” paparnya.

Menjabat Bupati Kediri dua periode, perempuan yang telah memberinya dua anak itu memiliki satu pesan yang mendalam dan tetap diingat oleh Dhito.

“Pesannya ke saya agar tidak kaget derajat,” imbuh Dhito sembari menyebut pesan itu seolah jadi pengingat agar dirinya selalu dekat dengan masyarakat. Serta, tetap menjadi pribadi yang rendah hati.

Pria yang gemar naik vespa itu bersyukur, sejak kecil dia dididik menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab. Tidak hanya oleh kedua orang tuanya. Melainkan juga dari sang kakek, almarhum Kasbe Prajitna.

Pria yang semasa hidup berprofesi sebagai guru itu meminta Dhito untuk selalu menjaga nama baik keluarga.

“Kata kakek dan orang tua saya, hal yang paling sulit adalah menjaga nama baik keluarga. Ini yang selalu menjadi pengingat saya,” tandasnya. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #periode kedua #masyarakat #roda kepemimpinan #hanindhito himawan pramana #jawapos #bupati kediri