JP Radar Kediri - Orang-orang biasa memanggilnya Bambang. Sikapnya ramah dan hangat. Melengkapi pembawaan kalem dan murah senyumnya.
Tak peduli kepada siapaun. Termasuk dengan pegawai lain di lembaga yang dia pimpin, Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri.
“Di BPS itu akrab. Meskipun baru di sini terkadang sebelumnya pernah sekantor (dengan pegawai lain, Red),” kata pria yang saat itu mengenakan kemeja putih itu ketika ditemui di kantornya.
Itu pula yang menyebabkan Bambang tak kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kerja baru. Apalagi, Kabupaten Kediri adalah daerah yang tak jauh dari lokasi tugas sebelumnya.
Yakni sebagai Kepala BPS Kota Blitar. Di sana, Bambang memimpin selama kurang lebih 3,5 tahun.
“Saya cukup lama di BPS Kota Blitar, ya ninggal menunggu waktu saja (untuk dipindah). Karena yang lain biasanya dua tahun sudah dipindah,” akunya yang tidak kaget saat dipindah tugaskan.
Toh, tetap saja ada perbedaan yang dirasakan. Terutama soal luas wilayah. Kabupaten Kediri jauh lebih luas dibandingkan Kota Blitar.
Lalu, jumlah pegawai dua kali lebih banyak. Hal ini menjadi tantangan baru baginya.
“Agenda lebih padat sehingga perencanaan lebih ditingkatkan,” katanya.
Menariknya, Bambang memiliki cara tersendiri untuk menyeimbangkan aktivitas di kantor. Seperti halnya orang-orang lain, dia suka berolahraga saat pagi hari.
Biasanya dia menyempatkan jogging ke Simpang Lima Gumul (SLG).
“Lari-lari kecil,” canda bapak empat anak ini.
Sebetulnya, Bambang memiliki hobi lain yang belum terealisasi di Kabupaten Kediri. Adalah berenang. Menurutnya, dia belum menemukan tempat yang cocok.
Sehingga, dia selalu menyempatkan berenang saat pulang ke Blitar.
“Saya bisa muter delapan sampai sepuluh putaran untuk kolam sedang,” akunya.
Baginya, renang menjadi olahraga yang spesial. Pasalnya, Bambang mengaku bisa rileks saat berenang. Menikmati di setiap proses mengambil dan mengeluarkan nafas.
Dia pun menganalogikan kegemarannya berenang seperi orang yang sedang yoga. Intinya, dia mendapatkan ketenangan dengan hobinya ini.
“Nafas yang benar itu ketika keluar (dari air) kita mengambil nafas, menghembuskannya di dalam (air, red) dan itu pakai hidung,” jelasnya membagikan ilmunya.
Ternyata, selain olahraga berenang, Bambang memiliki hobi lainnya. Ternyata, bungsu dari empat bersaudara ini juga suka menulis.
Bahkan dia sempat memiliki mentor untuk membimbingnya menulis buku. Sayang, impiannya menerbitkan buku belum terealisasi. Meski begitu, hati kecilnya masih ingin meneruskannya.
“Isinya seperti pengalaman hidup,” kata pria yang sebagian besar rambutnya sudah beruban itu.
Terakhir, Bambang mengaku masih punya pekerjaan rumah (PR) besar di sini. Salah satunya adalah mempelajari kondisi Kabupaten Kediri.
Lalu, dia juga masih memiliki banyak kegiatan lapangan seperti menemui kepala dinas di lingkup Pemerintah Kabupaten Kediri.
Karenanya, dia menyebutkan perencanaan menjadi kunci untuk dirinya menjalankan tugas baru.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah