KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Tegalan mayoritas warganya adalah petani. Untuk meningkatkan produksi, pemdes memberikan fasilitas tambahan.
Berupa pembangunan sumur submersible. Tujuannya untuk memudahkan warga mendapatkan air.
Persawahan tebu di Desa Tegalan sangat luas. Bahkan, 85 persen lahan di sana ditanami tebu.
“Mayoritas desa di wilayan Kandat salah satunya Desa Tegalan ini sawahnya ditanami oleh tebu,” terang Kades Tegalan Muji Slamet.
Padahal tebu adalah salah satu tanaman yang butuh banyak air. Oleh karena itu, pemdes sangat memperhatikan sistem pengairan.
“Untuk mengairi sawah selain menggunakan sumur bor juga aliran air dari sungai Brantas,” imbuh Muji.
Agar pengairan dapat merata, mereka menerapkan sistem pengairan bergilir. Dengan sistem buka-tutup.
Dengan adanya peraturan ini para petani jadi terbantu. Mereka juga disiplin menerapkan aturan tersebut.
Namun tetap ada saja wilayah yang kesulitan mendapatkan distribusi air. Seperti yang dirasakan petani di Dusun Karangtengah.
Penyebabnya air dari sungai Brantas tidak bisa maksimal. “Untuk mengatasinya diberilah sumur submersible di sini,” kata Muji.
Laki-laki yang kini berusia 59 tahun ini menjelaskan bahwa sumur submersible ini dianggarkan pada 2024.
Namun pembangunannya baru bisa diselesaikan pada bulan Januari ini. Dengan adanya sumur submersible ini bisa mengairi area persawahan dengan luas sepuluh hektare lebih.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita