KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemdes Wonorejo tak hanya memanfaatkan dana desa untuk pembangunan. Namun juga untuk memajukan sektor kesehatan masyarakat.
Di antaranya menerapkan program metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Kepala Desa Wonorejo Agus Setiyoko mengatakan, program tersebut berjalan sudah lama.
Namun baru efektif sekitar 2016 lalu. Kebetulan saat itu pihaknya mulai fokus mnendukung kemajuan program tersebut. “Memang ada anggaran dana desa untuk menyuplai aktivitas petugas MKJP,” ujar Agus.
Setidaknya sekitar 11 orang petugas MKJP diberi dana tambahan untuk operasional. Imbal baliknya, mereka dituntut lebih semangat mencari akseptor (warga yang mau menjalani MKJP).
Alasan utamanya untuk menyejahterakan warga Desa Wonorejo. Seperti diyakini Agus, jumlah anak yang cukup tentu tidak akan membebani perekonomian keluarga.
Selain itu, MKJP juga merupakan solusi Keluarga Berencana (KB). Terlebih gratis. “Prosesnya tidak dikenakan biaya sama sekali. Jadi kami pikir, pemerintah desa harus mendukung kesuksesan program tersebut,” ucap Agus.
Senada dengan Agus, Bidan Desa Wonorejo Hari Pristiwaning Tyas mengaku jika program tersebut lebih murah dibanding program KB jangka pendek. Seperti suntik dan pil.
“Kalau MKJP ini kan warga tidak perlu datang berkali-kali ke pihak medis untuk membuat baru program KB-nya,” tuturnya.
Setidaknya ada empat macam program MKJP yang ditawarkan. Yaitu implan, Intrauterine Device (IUD) atau spiral, Metode Operatif Wanita (MOW), dan Metode Operatif Pria (MOP).
Tak hanya perempuan saja yang ikut program MKJP. Ada pula sejumlah pria yang mau ikut program tersebut.
“Sejak pertama kali ada program ini di Desa Wonorejo sudah ada sepuluh pria yang ikut vasektomi,” ungkap Hari.
Biasanya, para pria tersebut ikut program MKJP atas inisiatif mereka sendiri. “Kesadaran warga sendiri karena merasa kasihan jika isterinya seringkali mengalami kehamilan,” ujarnya.
Namun semua itu tidak lepas dari upaya sosialisasi yang dilakukan oleh Hari dan 10 petugas lainnya.
“Ada pula kader, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang terus membantu kami melakukan penyuluhan,” terang Hari.
Hampir setiap ada kegiatan, Hari dan kawan-kawannya menyosialisasikan program tersebut kepada ibu-ibu. Seperti saat pengajian, pertemuan ibu-ibu PKK, dan lain sebagainya.
Dia meyakini jika program tersebut bisa berjalan konsisten, maka kesejahteraan masyarakat Desa Wonorejo akan terwujud.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita