KEDIRI, JP Radar Kediri- Suplai air yang melimpah membuat Desa Cerme mencoba melakukan budidaya lele.
Saat ini masih dilakukan badan usaha milik desa (BUMDes). Jika uji coba berhasil, akan dikembangkan menjadi usaha rakyat.
Menjadikan Desa Cerme menjadi tempat budidaya ikan lele tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu usaha yang cukup panjang.
Itu bermula saat kedatangan tim Dinas Perikanan Provinsi Jatim. Mereka menawari Cerme untuk jadi tempat pembudidayaan ikan lele.
“Kami pun langsung menyetujuinya. Karena syaratnya pun tidak sulit,” cerita Kepala Desa Cerme Saiful Anam.
Pemdes hanya menyediakan lahan saja. Sedangkan Dinas Perikanan menyediakan sembilan kolam dari besi, terpal, dan benih lele. Per kolam terdapat empat ribu ekor.
Lahan milik Kepala Dusun Ngolakan menjadi lokasi awal atau percontohan. Menjadi tempat pembudidayaan lele. Sang kasun sekaligus menjadi ketua tim budi daya.
“Dalam lima belas hari awal kami didampingi tim hingga saat ini kami sudah mulai mandiri,” imbuhnya.
Usaha pembudidayaan ini akhirnya dimasukkan dalam BUMDes yang baru terbentuk. Keuntungan dari budidaya lele ini nantinya akan masuk ke kas desa. Melihat proses yang relatif mudah, usaha ini mendapat angin segar.
Warga, khususnya anak muda di desa akhirnya mulai tertarik. Ingin mengembangkan usaha tersebut. “Tujuan akhir tetap untuk warga kami,” terangnya.
Bila usaha ini hasilnya cukup memuaskan dan menguntungkan, bakal dikembangkan untuk masyarakat. Budidaya ini akan segera disosialisasikan ke seluruh warga Cerme.
Agar mereka mencoba membudidayakannya. Dengan upaya ini diharapkan mampu mengurangi pengangguran. Karena terbukanya lapangan pekerjaan dengan usaha ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita