Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Perayaan Satu Abad Ponpes Al Falah Ploso Mojo, Ribuan Anak Vespa Keliling Kediri sambil Sarungan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 30 Desember 2024 | 16:46 WIB

 

SANTRI DADAKAN: Gus Kautsar (2 dari kiri) ikut rolling vespa bersama scooterist bersarung saat start di Tugu Sanga SLG. Acara digelar untuk memeriahkan satu abad Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo
SANTRI DADAKAN: Gus Kautsar (2 dari kiri) ikut rolling vespa bersama scooterist bersarung saat start di Tugu Sanga SLG. Acara digelar untuk memeriahkan satu abad Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Ribuan scooterist dari berbagai wilayah di Jawa Timur ikut merayakan satu abad Ponpes Al Falah Ploso. Dengan memakai sarung, para pecinta mesin kanan yang berkumpul di Tugu Sanga Simpang Lima Gumul itu rolling atau pawai berkeliling Kediri kemarin sore.

Pawai baru dimulai sekitar pukul 14.30. Namun, ribuan scooterist sudah berkumpul di area SLG sejak pukul 11.30. Mereka datang lebih awal untuk melakukan registrasi.

“Dari awal yang menggagas (rolling vespa, Red) ini memang teman-teman komunitas Scooter Sarungan,” kata Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, Mojo Gus Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar.

Pria yang akrab disapa Gus Kautsar itu mengatakan, panitia tidak mewajibkan peserta untuk memakai sarung saat mengikuti rolling.

Namun, agaknya peserta memakai dress code sesuai nama acara, Scooterist Sarungan. Karenanya, mayoritas memilih memakai bawahan sarung.

Berdasar hitungan panitia, sedikitnya ada sekitar lima ribu scooterist yang mengikuti rolling kemarin.

 Baca Juga: Kata Pengamat soal Tantangan Ekonomi di Tahun 2025, Salah Satunya Masalah Daya Beli

Gus Kautsar menyebut riding kemarin bukan sekadar ingar-bingar.

Melainkan juga diisi acara ngaji bareng Gus Kautsar dan Sabrang Mowo Damar Panuluh, putra Emha Ainun Najib atau Cak Nun.

“Semoga semuanya ini (scooterist yang memakai sarung, Red) menjadi santri,” lanjutnya mengapresiasi para pecinta vespa yang antusias mengikuti acara yang finish di kompleks Ponpes Ploso itu.

Terpisah, Fatkhur Rohman, salah satu panitia mengatakan, seribu peserta pertama yang melakukan registrasi langsung mendapatkan sarung.

Hanya dalam waktu kurang dari 30 menit, daftar nama-nama rider yang mendapat sarung itu langsung penuh.

“Alhamdulillah antusiasmenya tinggi sekali,” ungkapnya senang.

Penggunaan sarung dalam rolling peringatan satu abad Ponpes Al Falah Ploso kemarin, menurut Fatkhur dilakukan agar nuansa pesantrennya tetap terasa.

 Baca Juga: Transisi Pemerintahan Jadi Tantangan di Tahun 2025

Apalagi, acaranya memang untuk memperingati kiprah salah satu pesantren tua di Kediri itu dalam mendidik para santri.

Sementara itu, Hasan Basri, 23, scooterist dari Boyolangu, Tulungagung mengaku berangkat ke Kediri bersama rombongannya.

Santri dari salah satu pesantren di Tulungagung itu mengaku sengaja ikut rolling kemarin untuk memeriahkan satu abad Ponpes Ploso.

“Saya juga santri, jadi mendukung acara satu abad Ponpes Ploso ini,” tutur Hasan yang mengaku senang karena bisa berkumpul dengan pecinta vespa dari berbagai daerah di Jatim.

Tak hanya mengikuti rolling atau pawai keliling Kediri, Hasan bersama enam temannya akan mengikuti acara sampai malam.

“Ikut ngaji juga. Rugi kalau sudah ke Ploso nggak ikut ngaji,” lanjutnya sambil tersenyum. 

Dia yang datang bersama enam orang pevespa lainnya mengaku akan mengikuti kegiatan hingga malam. Untuk mengikuti pengajian bersama Gus Kautsar dan Sabrang. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

 

 

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Anak Vespa #jawapos #Ponpes Al Falah Ploso Mojo #Perayaan Satu Abad