JP Radar Kediri - Desember menjadi bulan yang paling dinantikan oleh seluruh elemen masyarakat di Desa Sidorejo, Kecamatan Pare. Kabupaten Kediri. Mulai dari yang muda hingga tua.
Semuanya turut andil dalam merayakan Natal yang berlangsung hampir sebulan penuh di desa ini.
Menariknya, acara yang berlangsung tak digelar oleh satu atau dua kelompok saja. Ada belasan kelompok yang terbentuk. Terbagi menjadi remaja, pemuda, dan orang tua.
Masing-masing memiliki agenda kegiatan perayaan tersendiri. Namun diatur sedemikian rupa. Bergantian melakukan pertunjukan seni.
“Untuk remaja itu dari TK sampai SMP kelas sembilan. Kemudian pemuda itu yang SMA sampai yang belum menikah. Dan orang tua itu yang sudah berkeluarga,” terang Jhansen Aji Kurniawan.
Pemuda berusia 22 tahun ini adalah ketua Panitia Natal Yokanan. Yakni kelompok pemuda yang terdiri dari kelompok satu sampai empat di Desa Sidorejo.
Pemuda yang akrab disapa Jhansen itu menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan dari kelompok Yokanan dimulai sejak sebulan lalu.
Kelompok intinya terdiri dari 12 orang dan anggotanya 25 orang. Semua berkumpul untuk menyiapkan pertunjukan seni yang akan berlangsung Sabtu (28/12) malam.
“Kami mengangkat tradisional glamour,” katanya.
Saat ditemui, Jhansen tidak sendirian. Beberapa rekannya yang sepantaran juga mendampingi.
Mereka bekerja sama mengerjakan undangan untuk kelompok pemuda lainnya yang ada di Desa Sidorejo. Suasana pun terlihat hangat.
Menariknya, setiap acara yang dilakukan di desa yang mayoritas penduduknya umat Kristiani ini tidak murah.
Setiap pertunjukan bisa menelan sampai Rp 10 juta. Bila setiap hari ada acara, otomatis masyarakatnya harus mengeluarkan dana yang besar.
Namun demikian, persiapan perayaan Natal di desa ini sangat terencana. Ada yang menarik iuran yang dilakukan selama setahun.
Ada pula yang mencari dana melalui cara-cara lain. Seperti yang dilakukan kelompok pemuda Yokanan.
“Usaha dari kami para pemuda. Di bulan-bulan sebelumnya, kami mengadakan rosok dan bazar,” terang Jhansen.
Dia bercerita bahwa para pemuda kelompok Yokanan mengadakan bazar setiap satu bulan sekali. Sementara, kegiatan mengumpulkan barang rongsokan sudah dilakukan sebanyak tiga kali di tahun ini.
“Kami minta sumbangan barang-barang bekas di rumah-rumah (warga) untuk jadi kas,” jelasnya.
Karenanya, perayaan Natal di Desa Sidorejo selalu ramai. Ada berbagai kelompok yang memiliki tugas untuk membuat suatu acara. Membuat desa ini tak pernah sepi sepanjang Desember.
Bagi Jhansen, bulan ini tidak hanya sebatas membuat acara. Melainkan momen berkumpulnya para pemuda.
“Kumpul bersamanya. Soalnya banyak teman-teman yang kuliah, sekolah, terus kerja juga. Pas ibadah aja juga jarang bisa kumpul bareng. Kalau natal itu kayak kami bisa kumpul semuanya,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah