KEDIRI, JP Radar Kediri- Beberapa warga Desa Kanigoro menggeluti usaha kerajinan bambu.
Beruntung, potensi ini mendapatkan dukungan dari pemerintah desa. Berbagai pendampingan dan pelatihan kerap diberikan.
Pemdes Kanigoro terus mendorong berkembangnya industri rumahan. Salah satunya melalui pendampingan dan fasilitasi pembuatan kerajinan bambu. Ini menjadi salah satu upaya untuk menurunkan angka kemiskinan di sana.
Sedikitnya, ada beberapa warga dari tujuh rukun tetangga yang mengembangkan usaha tersebut.
“Indikasi kemiskinan kini mengalami penurunan yang signifikan,” klaim Kepala Desa Kanigoro Miskan.
Pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM secara rutin. Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan pendampingan usaha dan pelatihan. Tak lain untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sana.
“Kami secara berkala rutin melakukan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas SDM,” imbuhnya.
Selain fokus pada peningkatan SDM, pemdes terus berupaya untuk mendorong kapasitas produksi. Pihaknya juga akan terus ikut andil dalam pemasaran produk-produk tersebut.
Miskan menegaskan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan dinas terkait untuk membantu pemasaran tersebut.
Bahkan, hasil UMKM dari desanya beberapa kali diikutkan pameran tingkat kabupaten maupun provinsi.
Salah satu pelaku usaha tersebut adalah Imam Suhadi. Produknya sudah merambah hingga daerah tetangga.
“Komitmen saya dengan usaha ini kami bisa ikut andil menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” terang Imam.
Genjot Pembangunan Fisik untuk Mudahkan Akses Transportasi
Desa Kanigoro terus bersolek. Pemdes setempat tengah gencar menggenjot pembangunan fisik.
Pemdes meningkatkan akses transportasi dengan membangun tanggul penahan tanah (TPT).
“Tahun ini kami fokus membangun TPT dulu. Tahun depan baru dilebarkan jalannya,” ujar Kepala Desa Kanigoro Miskan.
Segala proyek yang ada di Desa Kanigoro menggunakan sistem padat karya. Artinya, segala proses pembangunan melibatkan warga sekitar.
“Semua program pembangunan, kita akan manfaatkan sumber daya yang ada,” akunya.
Miskan berencana akan melakukan pelebaran jalan guna mendukung akses utama desa.
Pasalnya, pihaknya miris banyak terjadi kecelakaan saat malam hari. “Karena kondisinya memang jalan sempit dan pengguna jalan juga semakin banyak,” kata Miskan.
Dia menegaskan, proses pembangunan tersebut memanfaatkan anggaran Dana Desa (DD).
“Jadi pembangunan ini (peleberan jalan, red) butuh waktu secara bertahap,” tuturnya.
Miskan berharap adanya proyek tersebut dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Ini sebagai upaya untuk mempermudah masyarakat dalam hal transportasi,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah