Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Keberadaan Waduk Siman di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri Jadi Penyokong Kolam Ikan Lele Warga

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 10 Oktober 2024 | 03:35 WIB
LADANG CUAN: Warga memberi makan ikan lele di Desa Siman, Kecamatan Kepung.
LADANG CUAN: Warga memberi makan ikan lele di Desa Siman, Kecamatan Kepung.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Siman merupakan salah satu desa di Kecamatan Kepung. Desa ini tidak hanya dikenal akan keindahan alamnya. Namun juga sektor perikanannya. Salah satunya ikan lele.

Waduk Siman benar-benar membawa berkah bagi warga setempat. Tak hanya menjadi objek wisata.

Banyak sektor kehidupan lain yang bergantung dengan waduk ini. Salah satunya untuk mengairi kolam ikan lele milik warga di sana.

Ketua Karang Taruna Desa Siman Sugiono mengatakan bahwa pemanfaatan tersebut sudah dilakukan sejak 2013.

Menurutnya budidaya ikan lele tumbuh pesat karena banyak faktor. Salah satunya faktor iklim dan cuaca di sana.

Kini, terdapat sekitar 20-an peternak ikan lele di sana. Mayoritas pelakunya adalah anak muda.

Aktivitas positif ini mampu mengurangi kecenderungan kenakalan pemuda setempat. “Dari sini juga bisa mengurangi pengangguran,” ujar Sugiono.

Lele-lele di desanya tidak hanya dipasarkan di Kediri saja. Pemasarannya hingga sampai ke Boyolali.

Melihat peluang usaha tersebut karang taruna terus mengajak warga lainnya untuk ikut beternak ikan lele.

“Memang cukup menguntungkan. Kami harapkan warga lain juga bisa mengikutinya. Karena simpel dan bisa sambil kerja lain juga,” kata Sugiono.

Tidak hanya menjual lele mentah saja. Sugiono berharap ke depannya akan ada pengembangan budidaya lele menjadi olahan-olahan lezat lainnya. Seperti membuat keripik lele hingga abon lele.

Terlebih kini pihaknya akan melakukan studi banding ke daerah Prigi, Trenggalek. Yakni untuk mengetahui cara melakukan pengasapan ikan agar bisa lebih tahan lama.

 

Kembangkan Produk Minuman Berbahan Dasar Rempah

Usaha ini digeluti oleh Harianto. Dia konsisten mengembangkan produk minuman berbahan dasar rempah.

“Saya memiliki usaha pembuatan minuman herbal sejak 2021,” ujar pria berusia 32 tahun ini.

Produk minuman herbal buatannya ini diberi nama Bumi Sehat. Dia memulai usahanya saat pandemi Covid-19.

“Awal membuka usaha, produk pertama saya ini adalah jahe rempah,” ucap Harianto.

Jahe memiliki banyak sekali manfaat. Selain bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, juga bisa dinikmati sebagai minuman dingin.

Berjarak dua tahun setelahnya, Harianto menambah jenis produknya. “Pada tahun 2022 belajar membuat minuman ready to drink,” tutur Harianto.

Jahe yang semula berupa bubuk dikembangkan menjadi produk siap minum. Dia membuat minuman herbal yang bahan pengawetnya ini memanfaatkan gula.

Setelah produk jahe sukses, Harianto mengembangkan juga minuman dari bahan lainnya.

Mulai dari rosela dan telang. Dua bahan tersebut diolah menjadi produk siap minum.

Untuk membuat minuman herbal tersebut, Harianto menggunakan bahan dengan kualitas tinggi.

“Saya juga mendukung petani rempah sekitar. Sehingga mereka selain menjual ke tengkulak juga bisa dijual pada kami,” kata Harianto.

Dibantu sang istri, perbulannya mereka bisa membuat sekitar dua ribu botol minuman herbal.

Jumlah tersebut sudah termasuk dari rosela, telang, kelor, lengkuas, temulawak, asem kencur, dan jahe rempah.

Produk tersebut bisa ditemukan di pusat oleh-oleh Kabupaten Kediri dan Bumdes Siman.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #kediri #kepung #waduk #siman #waduk siman #ikan lele #ternak #jawa pos