Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bermula dari Ternak Ayam, Pria Asal Plosoklaten Kediri Ini Kini Sukses Beternak Kelinci Kontes dan Pedaging

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 8 Oktober 2024 | 17:37 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Bangunan non-permanen itu berada di timur rumah milik Rizky Bayu Dewantara, warga Dusun Sugihwaras, Desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten. Berukuran lebar 5,5 meter. Sedangkan panjangnya sekitar 25 meter.

Berangka bambu, yang dipadu dengan glugu di beberapa bagian. Sedangkan dindingnya dari terpal warna biru dan atapnya galvalum.

Di dalam bangunan itu terdapat kandang berjeruji besi bersusun dua. Terbagi dalam kotak-kotak kecil ukuran 50 x 70 sentimeter.

Di masing-masing kotak setinggi 40 sentimeter itulah terdapat seekor kelinci. Rata-rata bercorak putih polos. Meskipun ada pula yang berpadu dengan warna hitam.

“Nanti saya tambah kandang lagi di tengah,” kata sang pemilik kandang, Bayu-panggilan Rizky Bayu Dewantara-sambil menunjuk tempat kosong di bagian tengah ruangan.

Memang, kandang kelicinya itu berada di bagian pinggir.

Bayu adalah pemilik kelinci-kelinci itu. Jumlahnya kini 168 ekor. Sebagian besar jenis kelinci pedaging. Yang totalnya 120 ekor. Sedangkan sisanya merupakan kelinci kontes jenis Rex.

Di Kediri, lelaki ini adalah satu di antara sedikit orang yang menekuni peternakan kelinci. Menurutnya, hanya ada lima orang peternak hewan mamalia kecil ini. Itupun, yang spesifik ternak kelinci kontes hanya dia seorang.

“Saya mulai menerjuni ternak kelinci sejak 2018,” terangnya.

Sebelumnya, pria 29 tahun ini adalah peternak ayam pedaging. Bahkan, hingga sekarang pun masih. Memiliki satu kandang, jumlah ayam broilernya sudah ribuan ekor.

Sayangnya, menurut Bayu, beternak ayam sulit menjadi besar. Karena harus bersaing dengan pemodal-pemodal besar. Karena itulah dia kemudian mencoba untuk beternak kelinci.

“Karena pasar kelinci belum dikuasai peternak-peternak besar,” ujarnya menyampaikan alasan ketertarikannya pada ternak kelinci.

Anak pasangan Suharjo-Suryati ini tak langsung memelihara kelinci kontes dalam jumlah besar. Dia lebih dulu membeli beberapa kelinci biasa atau pedaging. Dia terlebih dulu mempelajari cara beternak yang benar.

Saat itulah dia merasa memelihara kelinci tak berbeda jauh dengan memelihara ayam. Meskipun ada beberapa kekhususan, seperti soal merawat anakan.

“Kalau unggas diberi makan, dengan manajemen yang sudah jalan, akan tumbuh maksimal. Namun, bila kelinci, setelah melahirkan belum tentu bisa merawat anaknya,” terang suami Cindy Lusiana ini.

Ketika memulai belajar, Bayu membeli tujuh ekor. Tapi, hanya hidup dua ekor saja. Hal yang membuatnya memahami tentang pakan ternak kelinci. Yaitu, bila memberi pakan hijau maka harus dijemur terlebih dahulu.

Merasa telah memahami metode beternak kelinci, Bayu pun mulai melakukannya. Dan berjalan lancar hingga beberapa bulan.

Di bulan keenam, muncul niatnya untuk memelihara kelinci kontes atau ras.

“Karena harus sama-sama menggunakan pakan yang berkualitas tinggi, akhirnya saya memilih memelihara kelinci kontes,” akunya.

Memelihara kelinci memang harus memahami beberapa hal. Salah satunya adalah pakan. Kini, Bayu membuat palet atau pakan olahan sendiri. Yang dia dapat setelah melakukan lima kali percobaan.

Pakannya tersebut terbuat dari bungkil, kacang, kedelai, katul, kebi, dan pollard. Selain kaya nutrisi, kandungan tersebut juga menghindarkan ternak dari kembung dan mencret. Sekaligus membuat pertumbuhan kelinci bisa cepat.

Selain makanan, juga soal kandang. Karena membutuhkan sirkulasi udara yang bagus dan suhu yang stabil. Karena itu, yang paling ideal adalah close house atau kandang tertutup.

Bagaimana dengan kualitas ternak milik Bayu? Menurut lelaki ini, kelinci Rex yang dia kembangkan sudah merambah pasar luar Kediri. Seperti Mojokerto, Magetan, hingga Jawa Barat.

Selain itu, kelincinya juga kerap mendapat penghargaan di berbagai kontes. Baik yang tingkat regional, nasional, maupun internasional.

“Tarakhir pada September lalu ikut perlombaan yang diadakan oleh komunitas Kediri yang di-support oleh Dinas Peternakan Kabupaten Kediri,” kata laki-laki kelahiran tahun 1995.

Dalam ajang tersebut ia memenangkan kategori Best Opposite Of Vearity, Best OF Veriety, Best Opposite of Sex Breed, dan Best Of Breed. Peserta perlombaan tersebut tidak hanya dari luar kota, namun juga sampai luar pulau. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #ternak ayam #ternak kelinci #jawapos