Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puluhan Ribu Massa Tumpah Ruah di Tujuh Hari Gus Lik

Ayu Ismawati • Sabtu, 28 September 2024 | 16:17 WIB
PADAT: Masyarakat memenuhi Jl HOS Cokroaminoto Kota Kediri saat tujuh harian KH Douglas Toha Yahya, Jumat (27/9).
PADAT: Masyarakat memenuhi Jl HOS Cokroaminoto Kota Kediri saat tujuh harian KH Douglas Toha Yahya, Jumat (27/9).

KEDIRI, JP Radar Kediri- Kharisma KH Douglas Toha Yahya tak pernah pudar meskipun kiai ternama itu telah menghadap Sang Khalik.

Itu terlihat dari jumlah massa yang menghadiri peringatan tujuh hari meninggalnya sang kiai yang akrab disapa Gus Lik tersebut.

Tadi malam, puluhan ribu massa memadati jalan-jalan di sekitar Ponpes Assa’idiyah Jamsaren. Mengikuti proses pembacaan tahlil dan yasinan.

Massa sudah mulai berdatangan sebelum maghrib.

Semakin malam semakin bertambah banyak. Beberapa ruas jalan pun harus ditutup. Seperti di perempatan Pegadaian di timur Pasar Setonobetek, perempatan Baruna, dan perepatan di Jalan Jayabaya.

Pembacaan tahlil dipimpin langsung oleh KH Anwar Iskandar, kakak ipar Gus Lik. Pengasuh Ponpes Al Amin ini sempat mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberi bantuan.

“Shodaqoh kepada orang yang meninggal itu bermanfaat ganda. Pahalanya juga untuk yang memberi. Sekaligus juga kepada orang yang meninggal tanpa mengurangi nilai pahalanya,” ucap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Dalam kesempatan itu, Gus War-sapaan KH Anwar Iskandar-menyebut banyak pihak yang memberi sumbangan untuk acara tadi malam.

Mulai bumbu, makanan, hingga sapi. Acara tahlil dan yasinan tadi malam juga dihadiri oleh para alim ulama Kediri dan sekitarnya.

Di antaranya adalah KH Muhammad Abdurrahman Kautsar (Gus Kautsar), Ketua PCNU Kabupaten Kediri KH Muhammad Makmun, KH Jauharal Nehru dari Ponpes Kencong Kepung.

Dia dan ratusan orang temannya itu merupakan PKL yang rutin mengikuti Pengajian Malam Rabu (PMR) dan Pengajian Malam Jumat (PMJ) Gus Lik.

“Kalau ditotal ada seratus lebih PKL yang ikut hari ini. Kami dari Paguyuban PKL PMJ ada tiga titik (lapak, Red). Belum lagi dari warga setempat juga ada yang ikut menyediakan makanan minuman gratis,” ujar Sutrisno.

Para PKL yang juga jemaah sosok kiai kharismatis itu juga berasal dari berbagai daerah. Sebagai wujud solidaritas atas meninggalnya pengasuh Pondok Pesantren Assa’idiyah itu, mereka pun secara sukarela menyumbangkan berbagai makanan dan minuman untuk dibagikan secara gratis.

“Kebanyakan kopi dan teh. Ada juga makanan-makanan ringan seperti tempe mendoan, pisang goreng, kacang rebus, semua dari sumbangan teman-teman PKL,” tandasnya.

Rasa kecintaan jemaah terhadap sosok kiai kharismatis itu juga agaknya menular ke banyak orang lainnya.

Ihsan, jemaah asal Kelurahan Betet, Pesantren juga ikut menyediakan minuman gratis. Sedikinya 400 gelas kopi, teh, dan jahe hangat dia bagikan ke jemaah yang mengikuti tahlil 7 harian tadi malam (27/9).

“Bentuk penghormatan juga ke Pak Lik. Sudah seperti bapak sendiri bagi saya. Bahkan ngalah-ngalahi keluarga sendiri,” katanya.

Meski sosok panutannya itu telah berpulang ke Sang Khalik, namun dia berniat akan tetap mengikuti PMR dan PMJ selanjutnya. Pria yang sudah menjadi jemaah Gus Lik sejak 2011 itupun mengaku selalu rutin mengikuti kajian yang diadakan Gus Lik. Bahkan saat di luar kota sekalipun.

“Dulu sampai ikut ke Ponorogo, Kepanjen, sampai Malang. Nanti juga tetap akan dilanjutkan,” tandasnya.

Sebelumnya, pihak keluarga menegaskan tetap akan melanjutkan pengajian populer dengan puluhan ribu pengikut itu. Hal itu sebelumnya disampaikan oleh KH Anwar Iskandar, kakak ipar almarhum Gus Lik.

“Akan terus dikembangkan serta dijalankan sesuai tinggalan almarhum,” terang ulama Ponpes Al Amien, Ngasinan, Rejomulyo itu (24/9).

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #pengajian #KH Douglas Toha Yahya #alim ulama #pcnu #Gus Lik