Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berdayakan Warga Desa Krenceng, Kepung, Kabupaten Kediri dengan Usaha Pembuatan Tas Anyaman, Pendapatannya Bikin Ngiler

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 20 September 2024 | 00:06 WIB
BANYAK CORAK: Tas anyaman kreasi Afifah Chusnul asal Desa Krenceng, Kepung banyak diminati pelanggan.
BANYAK CORAK: Tas anyaman kreasi Afifah Chusnul asal Desa Krenceng, Kepung banyak diminati pelanggan.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Usaha itu dirintis Afifah Chusnul. Perempuan 31 tahun ini justru mengawali usahanya saat pandemi masuk di Indonesia.

Awalnya, dia bersama beberapa warga Desa Krenceng lain mengikuti pelatihan membuat tas anyaman.

“Waktu pelatihan, saya banyak mendapatkan ilmu tentang proses cara pembuatan. Dari situ, saya tulis cara dan bahan-bahannya,” ujar Afifah.

Setelah pelatihan, pemdes memberikannya kepercayaan. Yakni dengan mengembangkan ilmu itu lewat usaha di rumahnya.

Rupanya, peluang tersebut tidak di sia-siakan oleh Afifah. Dia justru tertantang dan tertarik untuk mengawali proses pembuatan tas anyaman.

Afifah memanfaatkan bahan plastik sisa pelatihan dan mengajak 15 temannya. “Namanya saja mengawali, pasti harus ulet dan bersabar. Itu pun bukan halangan bagi saya," ungkapnya.

Dengan seiring waktu, kerajinan tangannya diminati oleh masyarakat di wilayah Kediri.

Itu karena hasilnya yang bagus dan warnanya beragam. Bahkan pengembangan usaha muncul dari dirinya sendiri.

Yaitu dengan memberikan motif bentuk tas dan membidik pasar online. “Dari situ saya bisa mandiri dengan usaha tas anyaman ini. Bahkan 15 orang sampai saat ini masih tetap dan sangat antusias sekali,” kata Afifah.

Meski hanya terbuat dari plastik kaca namun tasnya banyak diminati. Tas tersebut dijual dengan harga Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu.

Tergantung motif dan tingkat kesulitannya. Dalam satu bulan dia mampu menjualnya sekitar seribu tas anyaman. Tak ayal, penghasilannya mencapai Rp 7 hingga 10 juta.

Ibu yang juga menjabat Ketua RT ini berharap usahanya bisa terus berjalan dan memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Sehingga warga dapat penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan kesehariannya.

"Semoga apa yang saya harapkan dalam usaha ini bisa cepat terwujud dan terus eksis," pungkasnya.

 

Kompak Bikin Nasi Tumpeng lalu Diarak Keliling Kampung

Kegiatan bersih dusun ini telah menjadi sebuah agenda rutin. Acara ini digelar setiap setahun sekali. Acara tersebut juga dimeriahkan festival kirab tumpeng.

Bersih dusun menjadi agenda tahunan di Desa Krenceng. Lokasi tepatnya berada di Dusun Jati.

Bersih dusun ini ditandai dengan menggelar festival kirab tumpeng. Tahun ini, kegiatan tersebut dilakukan pada Juli kemarin.

“Kirab tumpeng ini sudah menjadi agenda tahunan setiap ada bersih kegiatan dusun,” jelas Kepala Dusun (Kasun) Jati Mohammad Amar.

Selain bersih dusun, acara ini digelar sekaligus memperingati bulan Sura. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat setempat tampak mengikuti kegiatan ini dengan begitu antusias.

Ini terlihat saat mereka mengarak hasil bumi yang dibentuk seperti tumpeng. Rombongan lantas menuju Pepunden Dusun Jati Ki Ageng Manis.

“Hasil bumi, buah, dan sayur ini merupakan hasil dari masyarakat yang notabenenya rata-rata menjadi seorang petani,” kata Amar.

Tujuan diadakannya giat bersih desa ini adalah untuk membangun kebersamaan. Sehingga masyarakat dapat hidup dengan guyub-rukun.

Lebih dari itu, pemdes ingin masyarakat senantiasa bersyukur atas berkat yang didapatkan.

"Kami juga ingin masyarakat untuk merefleksi dan mengevaluasi diri. Sekaligus juga tidak melupakan sejarah," tutur Amar.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#usaha #radar kediri #radar #warga #kediri #kepung #anyaman #tas #pemberdayaan #desa #jawa pos #Pembuatan #Penghasilan