KEDIRI, JP Radar Kediri- Jarum jam menunjukkan pukul 06.00 WIB. Warga Desa Jongbiru terlihat sudah berkumpul di balai desa Minggu (25/8).
Mereka mengenakan berbagai kostum yang unik. Itu dilakukan dalam rangka Jongbiru Morning Carnival.
“Untuk memperingati kemerdekaan, pemerintah desa memeriahkannya dengan berbagai kegiatan perlombaan,” jelas Pj Kepala Desa Jongbiru Mugiono.
Tak hanya pawai budaya saja. Acara itu juga dimeriahkan dengan lomba gerak jalan kreasi dan jalan sehat. Beragam hadiah menarik menjadi pelecut semangat para peserta.
“Untuk jalan sehat hadiah utamanya adalah sepeda motor matic, sepeda listrik dan berbagai hadiah lainnya,” terangnya.
Start Jongbiru Morning Carnival ini dimulai dari kantor balai desa. Lalu finish di lapangan desa.
Di sepanjang rute tersebut peserta boleh menunjukkan kreativitas masing-masing. Baik tarian maupun yel-yel.
Tak hanya hadiah menarik. Panitia juga menyediakan nasi pecel dan tumpang gratis kepada seluruh peserta.
Selain kegiatan di atas, masih banyak kegiatan lain yang diadakan. Baik oleh pemdes maupun RT/RW masing-masing. Seperti pertandingan sepak bola, badminton, hingga pentas seni.
Tak hanya memperingati kemerdekaan. Acara tersebut digelar untuk mempererat kerukunan dan rasa persatuan masyarakat. “Memupuk masyarakat agar lebih bermotivasi dan berpartisipasi dalam pembangunan desa,” pungkas Mugiono.
Taat Pajak, Gunakan Hadiah untuk Perbaiki Kantor Desa
Tahun ini Desa Jongbiru mendapat hadiah lantaran taat dalam membayar pajak. Mereka mendapat peringkat dua tingkat kecamatan.
“Ini merupakan pencapaian yang spesial,” puji Pj Kepala Desa Jongbiru Mugiono. Menurutnya, ketaatan pajak warga di sana sangat tinggi.
Sehingga tidak ada tunggakan pembayaran sama sekali. Bahkan, pemdes tidak perlu nalangi kekurangan pembayaran.
“Kesadaran masyarakat dalam membayar pajak ini dibuktikan dengan perangkat desa yang tidak begitu ngoyo menarik pembayaran pajak,” ungkapnya.
Dengan begitu, mereka diganjar hadiah oleh Pemkab Kediri. Hadiah tersebut akan digunakan untuk merenovasi kantor dan balai desa.
“Karena tidak bisa menggunakan dana desa, maka kita mencari sumber yang lain,” ucap pria 56 tahun tersebut.
Hal tersebut sudah sering disosialisasikan oleh pemdes. Renovasi tersebut meliputi penataan ruangan agar lebih modern. Sehingga pelayanan dapat lebih nyaman dan memudahkan masyarakat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah