Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hebat! Warga Desa/Kecamatan Wates, Kediri Kelola Sampah dengan Cara Ini

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 21 Agustus 2024 | 17:22 WIB
CINTA KEBERSIHAN: Petugas mengolah sampah di TPS 3R Desa/Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
CINTA KEBERSIHAN: Petugas mengolah sampah di TPS 3R Desa/Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Kepedulian warga Desa/Kecamatan Wates terhadap sampah sangat besar. Mereka sudah mengembangkan pengolahan dengan sistem reduce, reuse, dan recyle (3R). Sampah organik di sana diolah menjadi pupuk.

“Pupuk kompos ini terbuat dari sampah organik warga. Seperti limbah sayur-sayuran,” terang Candra Surya, 29, salah satu petugas Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS 3R Wates Bersinar.

Peralatan pembuatan pupuk di sana cukup lengkap. Tidak hanya terdapat mesin pengayak kompos. Ada juga mesin pencacah dan press kompos. Sebelum memiliki alat tersebut, mereka terpaksa memakai cara manual.

Untuk pengolahan sampah organik, terdapat sistem bata berongga. Sampah yang telah dicacah akan difermentasi.

Bata berongga ini berfungsi untuk mengalirkan udara di dalam timbunan sampah melalui pipa berpori. Sementara lubang pipa pada bagian dasar sebagai saluran air.

Setelah pupuk kering, kemudian dilakukan pengayakan. Kompos tersebut kemudian digunakan petani untuk mempuk tanamannnya. Sementara itu, untuk sampah yang tidak dapat diolah akan diangkut ke tempat penampungan akhir (TPA).

Warga diwajibkan membayar iuran. Namun, uang tersebut sejatinya untuk kepentingan bersama. Pasalnya, uang itu juga untuk menggaji personel atau operator.

“Selain itu, dengan uang iuran tersebut juga digunakan untuk biaya bahan bakar mesin mencacah, mensin pengayak sampah dan biaya pemeliharaan mesin,” ucap Ketua KSM TPS 3R Wates Bersinar Arfan Yulizar.

Untuk ke depannya warga diharapkan dapat memilah sampah sendiri. Dengan begitu, petugas dapat lebih mudah ketika proses selanjutnya. Selain itu, hal ini dapat mengubah paradigma masyrakat tentang mengolah sampah.

 Baca Juga: Hampir Sepanjang Gang di Desa Petok, Mojo, Kediri Jadi Produsen Getuk Pisang

Rutin Beri Pendampingan serta Pelatihan UMKM

 

“Di desa ini masyarakatnya banyak yang berkecimpung di bidang UMKM,” jelas Kepala Desa Wates Darmawan Abrel Nurman.

Darmawan menjelasakan bahwa UMKM di desanya cukup beragam. Mulai dari olahan ragam keripik, kerupuk, pembuatan tahu, dan tempe.

Tidak hanya berupa makanan namun juga berupa kerajinan tangan. Dengan adanya potensi tersebut, pemerintah desa sangat memberikan dukungan. “Untuk mewadahi UMKM warga, kami rutin memberikan pendampingan,” ucapnya.

Tak hanya pendampingan. Pemdes juga konsisten memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM. “Peran kami memberikan pelatihan kepada pelaku pengusaha,” tandasnya.

Berbagai pendampingan diberikan oleh pemdes. Mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran. Tak ayal, pelaku usaha di sana menyambutnya dengan gembira.

Produk-produk unggulan di sana juga banyak diikutkan ke pameran. Baik pameran tingkat kecamatan hingga kabupaten. Dengan begitu produk UMKM warga Desa Wates bisa semakin dikenal.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #kediri #tps #Organoid #desa wates #kompos #pupuk #jawa pos #sampah #TPS 3R