Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Keling, Kepung, Kabupaten Kediri: Tidak Ingin Punah, Warga Kompak Hidupkan Kesenian Jaranan

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 12 Agustus 2024 | 17:58 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Pemain jaranan saat pentas di depan khalayak ramai. Kelompok jaranan Putro Rono Wijoyo dikembangkan untuk menghidupkan jaranan Jawa.
LESTARIKAN BUDAYA: Pemain jaranan saat pentas di depan khalayak ramai. Kelompok jaranan Putro Rono Wijoyo dikembangkan untuk menghidupkan jaranan Jawa.

JP Radar Kediri- Embrio kesenian jaranan Jawa di Desa Keling sudah ada sejak lama. Leluhur warga di sana sudah menggeluti kesenian tersebut. Namun, seiring waktu berjalan, eksistensinya mulai pudar.

”Sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun baru 2019 menghidupkannya kembali,” ujar Pembina Kelompok Jaranan Putro Rono Wijoyo Damora Ibranata.

Damora menjelaskan bahwa terbentuknya kelompok jaranan ini berangkat dari status Desa Keling sebagai desa wisata. Pemdes ingin membuat konsep wisata desa yang menampilkan kesenian asli desa. Salah satunya adalah kesenian jaranan Jawa. ”Kesenian ini ada jaranan dan bantengan. Namun kebetulan anak-anak ini memunculkan kesenian jaranan Jawa,” imbuhnya.

Hingga akhirnya terbentuk sebuah paguyuban. Ada beberapa alasannya. Salah satunya karena jaranan Jawa telah paten. Ditambah, pengunjung juga antusias. “Yang membedakan jaranan Jawa dengan lainnya ini pada dasarnya ada di tarian, kostum, dan kepang,” kata laki-laki berusia 35 tahun tersebut. Pemdes ingin kesenian ini dapat bertahan lama. Oleh sebab itu, pihaknya terus mengupayakan regenerasi. Kini tercatat memiliki anggota hingga 54 anak.

Pemdes juga sangat suportif. Mereka menyediakan tempat untuk tampil. Juga melengkapi sarana dan prasarana yang kurang. 

Dirikan Taman Posyandu untuk Wadahi Akses Pendidikan Anak-Anak

Tidak hanya peduli dengan perkembangan kesenian saja. Pemdes Keling juga peduli dengan pendidikan. Salah satunya dengan didirikannya Taman Posyandu (Tapos) Cemara II.

Kades Keling Imam Fatoni menyebut bahwa tapos ini mendapatkan respon postif dari masyarakat. Buktinya tapos tersebut masih bertahan dan berkembang hingga saat ini.

”Alhamdulillah antusiasme dan perhatian masyarakat juga tinggi dengan adanya tapos ini,” aku pria yang akrab disapa Toni tersebut.

Bahkan tahun ini ada 30 anak yang ikut serta. ”Karena tapos ini siswanya adalah anak usia bermain. Jadi dibuat semeriah mungkin,” tandas Toni.

Bangunan tapos ini masih menjadi satu dengan lingkup kantor Pemdes Keling. Yang membedakan adalah bangunan ini dipenuhi beragam ornamen.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #budaya #desa milenial #pelestarian #kesenian jaranan #jawa pos #tradisional