Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Sukoanyar, Mojo, Kabupaten Kediri: Usaha Pembuatan Tahu dan Getuk Pisang Serap Belasan Karyawan

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 9 Agustus 2024 | 17:20 WIB
PRODUKTIF: Joko menunjukkan kualitas kedelai sebagai bahan baku utama pembuatan tahu di rumahnya.
PRODUKTIF: Joko menunjukkan kualitas kedelai sebagai bahan baku utama pembuatan tahu di rumahnya.

JP Radar Kediri- Joko Purnomo merupakan salah satu pelaku UMKM di Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo. Dia memiliki industri rumahan pembuatan tahu dan getuk pisang. Usaha yang telah berjalan belasan tahun ini diwarisi dari orang tuanya.

“Dulu ini dikerjakan di rumah orang tua, “ ujar Joko. Namun, karena kurang luas, akhirnya pada 2015 silam Joko memanfaatkan halaman belakang rumahnya. Lantaran semakin besar, kebutuhan karyawan juga semakin meningkat.

Sedikitnya Joko memiliki belasan karyawan. Dia mengambil pekerja dari warga sekitar. Tidak hanya mampu menyejahterakan diri dan keluarga saja. Dia juga mampu mengurangi angka pengangguran di Desa Sukoanyar.

Para karyawan tersebut dibagi menjadi dua bagian. Yaitu pekerja yang membuat tahu dan getuk pisang. Produknya tersebut dikenal dengan nama Omah Tahu Takwa dan Getuk Pisang Rasa Madu (OTT). Tidak hanya dipasarkan di sekitar Kediri saja. Namun juga dipasarkan di kota-kota wisata.

“Kalau pisang tergantung musimnya. Kalau lagi mahal kami campur dengan pisang jenis lain,” tuturnya.

Untuk pisang-pisang yang digunakan, Joko memasoknya secara grosir. Dalam proses memasak, dia masih mengunakan cara tradisional. Yakni dengan memanfaatkan kayu bakar.

Karena getuk pisang ini menjadi produk unggulan, Pemdes Sukoanyar memberikan perhatian khusus. Salah satunya dengan rutin mengajak Joko mengikuti pameran. Dengan begitu produknya dapat dikenal lebih luas.

Roti Tawar Buatannya Laku Keras hingga Jawa Tengah

Di desa Sukoanyar juga terdapat produsen roti. Tepatnya roti tawar yang dikelola oleh Abdurahman. Seakan tidak ingin kalah dengan merek roti besar, roti buatannya mampu menembus pasar luar kota. “Kami biasa mengirim hingga Jawa Tengah,” ujarnya.

Setidaknya ada empat pedagang besar yang menjadi langganan di tempatnya. Untuk pengirimannya, mereka biasa menggunakan pikap. Selain rasanya yang enak, roti buatannya memiliki harga yang terjangkau. “Selain roti tawar, produk roti garut juga digemari,” imbuhnya.

Dalam melakukan aktivitas produksi maupun pengemasan, Abdurahman dibantu oleh istri dan karyawannya. Pekerjanya merupakan warga sekitar. “Alhamdulillah bisa memberdayakan warga sekitar,” terang pria yang biasa disapa Abdur tersebut.

Jika banyak pesanan, Abdur bisa mempekerjakan sampai lima orang lebih. Namun saat sepi, hanya dua orang yang diminta bekerja. “Kami menyesuaikan pesanan,” tandasnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #desa milenial #pembuatan tahu #umkm #Getuk Pisang #jawa pos #Profil Desa