Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Balongjeruk, Kunjang, Kabupaten Kediri: Pemdes Bantu Pemasaran, Jamurnya Semakin Diminati

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 7 Agustus 2024 | 17:12 WIB
TELITI: Nanang memanen jamur di rumahnya. Usahanya sangat menguntungkan.
TELITI: Nanang memanen jamur di rumahnya. Usahanya sangat menguntungkan.

JP Radar Kediri-Potensi pengembangan UMKM di Desa Balongjeruk relatif tinggi. Melihat hal tersebut pemdes berupaya untuk proaktif. Berbagai pelatihan dan pendampingan dilakukan. Bahkan, pemdes juga kerap membantu pemasaran produk-produk unggulan desa.

Seperti halnya Nanang Taufikurrohman. Dia mengaku dapat memanen jamur tiram hingga 40 kilogram setiap harinya. Tak hanya dibeli pelanggan dari Kediri. Jamur miliknya juga banyak dibeli pelanggan asal Jombang.

Hasil panen tersebut sejatinya masih kurang. Pasalnya, pelanggan membutuhkan jamur 50-100 kilogram setiap harinya. “Tingginya permintaan membuat kami sampai kewalahan,” terang Nanang.

Di rumahnya, dia tidak hanya menjual jamur tiram mentah. Nanang juga mengolahnya menjadi keripik yang lezat. Keripik dengan tekstur krispi itu dipasarkan di took-toko jajanan.

Selain itu, Nanang juga memproduksi persediaan bahan penangkaran jamur seperti wadah sekam untuk hidup jamur. Sehingga tak jarang dalam sebulan dia bisa menghasilkan keuntungan dari usahanya mulai Rp 5 juta hingga Rp 8 juta. “Saya bisa secara otodidak, dulu belajar dari teman yang ikut pelatihan. Lalu coba-coba sendiri hingga bisa seperti ini,” tuturnya.

Produksi Alat Musik Islami dengan Kualitas Mumpuni

Usaha ini digeluti oleh Agus Hudi Mulyono. Agus memproduksi alat musik Islami berupa rebana, jidor, bas, ketipung, kendang, dan bedug. Usahanya tersebut dinamakan Putra Ragil Musik.

Agus telah menggelutih usaha tersebut sejak 1998 silam. Awalnya, dia hanya menjadi anggota grup musik Islami saja. Namun, seiring waktu berjalan dia akhirnya memproduksi alat-alat sendiri.

“Saya itu berawal dari musisi hingga jadi pengrajin alat musik seperti ini,” ungkap pria kelahiran 5 Agustus 1980 ini.

Bahan baku yang digunakan memiliki kualitas mumpuni. Agus rata-rata mengambil kayu dari Jepara. “Dulu sih pernah cari kayunya sendiri ke mana-mana. Namun, kini sudah kewalahan karena banyaknya pesanan. Jadi di sini ibaratnya tinggal finishing saja,” ungkap Agus.

Karena ketekunannya, banyak grup-grup rebana di Kediri selalu membeli alat musik dari tempatnya. Tak hanya itu, alat musik buatannya juga mampu menembus pasar di Jogja hingga Pekalongan. Selain menguntungkan diri sendiri, dia mampu menyerap tenaga kerja yang kebanyakan anak-anak muda setempat.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #desa milenial #jamur #umkm #kunjang #alat musik #jawa pos