Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Apa Itu Stretch Mark? Begini Penjelasan Dokter

Redaksi Radar Kediri • Senin, 5 Agustus 2024 | 17:11 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri-Kulit indah pada perempuan selalu identik dengan mulus. Yakni, kulit bersih dari bekas luka dan stretch marks. Timbulnya stretch marks kerap membuat kaum hawa tidak percaya diri. Biasanya muncul di bagian perut setelah melahirkan.

Stretch marks merupakan garis-garis yang muncul akibat adanya perubahan elastisitas pada kulit. Perubahan itu mengalami peregangan yang melebihi kapasitasnya. Menurut Viona Nadya Dwi Anggraini, Dokter Kecantikan Larissa Kediri, stretch marks biasa muncul di bagian perut, paha, pinggul dan payudara. 

“Warna stretch marks yang timbul di bagian tubuh berbeda-beda, mulai dari merah, ungu, dan putih,” ungkap dr Viona -sapaan Viona Nadya Dwi Anggraini- saat ditemui di tempat praktiknya. 

Munculnya stretch marks ini disebabkan karena adanya perubahan bentuk tubuh secara mendadak. Biasanya dari gemuk ke langsing atau dari hamil ke setelah melahirkan. Bisanya menyebabkan lapisan kulit menjadi renggang.

Untuk mencegah terjadinya stretch marks, bisa dengan cara yang cukup sederhana. Yakni menggunakan krim pelembab dan minyak oles seperti zaitun. Dan yang lebih penting lagi adalah menjaga kelembapan dan mengatur pola makan.

Menurut dr. Viona, menjaga kelembapan dan mengatur pola makan menjadi kunci agar terhindar stretch marks. Cara itu dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga berat badan tetap stabil sehingga dapat meminimalkan terjadinya perubahan mendadak pada kulit yang menyebabkan terjadinya stretch marks. Untuk menjaga kelembaban kulit wajib mengonsumsi air putih yang cukup.

Penggunaan Krim Hanya Bisa Samarkan Kulit 

Jika saat hamil stretch marks muncul di bagian perut, beda lagi ketika tubuh mengalami kegemukan. Timbulnya justru di paha. Seperti yang diungkapkan Sri, 55, warga Kelurahan Bandarlor. Ketika remaja, postur badannya gemuk. Saat itulah stretch marks muncul di bagian paha. 

Setelah menikah, stretch marks itu kemudian muncul lagi di bagian perut. “Munculnya saat saya hamil usia 6 bulan, di perut ada garis-garis berwarna merah. Dan setelah melahirkan, garis-garis itu memudar menjadi warna putih,” aku ibu dua anak itu. 

Kemunculan stretch marks itu membuatnya khawatir. Dia juga merasa tidak percaya diri. Hal itu karena dia sudah berupaya menyembuhkan stretch marks tersebut namun tidak bisa sembuh total. 

“Dulu awalnya saya memakai krim dan lotion berharap bisa hilang tapi ternyata kata dokter kulit kalau kena stretch marks sudah terlanjur muncul tidak dapat dihilangkan hanya dengan menggunakan krim, harus menggunakan laser,” terang Sri.

Sri menganggap jika stretch marks yang dioleskan dengan krim tidak bisa langsung hilang. Menurutnya, penggunaan krim hanya dapat mencegah dan menyamarkan stretch marks.

Dia percaya, jika mau menghilangkan 100% maka harus membawanya ke klinik kecantikan. Di sana nanti bisa dilakukan treatment laser. Menurut Dokter Kecantikan Larissa, Viona Nadya Dwi Anggraini, treatment laser itu bertujuan untuk merangsang kolagen dan elastin yang ada pada kulit. 

“Karena itu treatment laser ini untuk membantu memperbaiki tekstur dan warna yang ada pada stretch marks,” ucapnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #bekas luka #kulit #stretch mark #kecantikan #jawa pos