Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Melihat Sepak Terjang Jemaah Haji yang Jadi Relawan bagi Jemaah Lain

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 5 Juli 2024 | 16:43 WIB
TOTALITAS: Abdul Aziz bersama relawan haji mengantar jemaah lansia mengikuti prosesi puncak ibadah haji. Selama di Tanah Suci dia fokus membantu para jemaah yang terkendala.
TOTALITAS: Abdul Aziz bersama relawan haji mengantar jemaah lansia mengikuti prosesi puncak ibadah haji. Selama di Tanah Suci dia fokus membantu para jemaah yang terkendala.

JP Radar Kediri - Terowongan Al Muaisim, Mina, yang lebarnya 18 meter itu, padat oleh jemaah haji dari seluruh dunia. Mereka bergerak bersama menuju Jumarat, lokasi rukun haji lempar jumrah. Termasuk pula mereka yang berasal dari Indonesia, bersama-sama menapaki terowongan sepanjang 550 meter tersebut.

Di antara kepadatan itu, ada sosok yang berjalan sedikit berbeda. Kadang terlihat sempoyongan, seperti hendak jatuh karena kelelahan. Maklum, di punggung pria 40-an tahun itu ada beban lain. Yaitu jemaah, yang dari fisiknya, merupakan lansia. Yang tak kuat berjalan seperti yang lain.

Yang patut dipuji, meskipun sempoyongan, pria penggendong tersebut seperti tak patah arang. Terus berjalan di sela-sela jemaah lain. Apalagi, beberapa pria di sekitarnya turut membantu. Menyeimbangkan lagi tubuh si penggendong ketika terlihat goyah. Setelah sekitar seratus meter, si pria penggendong itu mengoperkan bebannya ke yang lain.

“Bergantian terus, kami menggendong secara estafet. Sampai di lokasi lempar jumrah,” kata Abdul Aziz. Lelaki ini adalah pria yang terlihat dalam adegan yang ada di video amatir di atas.  

Aziz, jemaah asal Kabupaten Kediri ini, satu di antara sepuluhan orang yang secara suka rela membantu jemaah lain. Terutama yang lansia dan berisiko tinggi (risti). Di kelompok relawan ini dia juga menjadi koordinator.

“Sebenarnya jumlahnya banyak. Namun yang pasti dan selalu berkoordinasi ada sepuluh. Mereka jadi satu grup WhatsApp agar mudah komunikasinya,” terang pembimbing haji Sub-Kloter 74 ini.

Aksi gendong jemaah lansia itu bukan satu-satunya aktivitas relawan. Setiap kali ada jemaah, terutama lansia dan risti, kesulitan, para relawan akan turun tangan. Seperti kala mengetahui harga jasa kursi roda di Masjidil Haram yang mahal, yang mencapai Rp 1,7 juta. Para relawan pun berinisiatif membantu jemaah Kediri yang butuh kursi roda. Tapi, tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.

"Awalnya tidak terpikir membentuk tim pendorong kursi roda. Tapi setelah tahu sewa yang mahal itu, kami tergerak," aku pria asal Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol ini.

Komunitas relawan ini terbentuk bukan kebetulan. Hanya, awalnya hanya berniat memastikan tidak ada jemaah, atau barang bawaan, yang tertinggal. Dalam perkembangannya, aktivitas mereka berkembang membantu di semua hal.

Bantuan para relawan ini sudah dimulai ketika layanan fast track atau pemeriksaan dokumen di bandara. Karena banyak barang jemaah yang tertinggal di tempat tunggu.

"Kami ambilin itu semua. Dikumpulkan jadi satu. Ketika sampai hotel, kami foto satu per satu dan ditunjukkan kepada para jemaah. Yang merasa kehilangan bisa mengambilnya," urai Aziz.

Ketika melihat petugas kesehatan membawa peralatan medis begitu banyak, relawan juga berinisiatif membantu. Memudahkan aktivitas tenaga medis yang sering berpindah-pindah saat memantau kondisi jemaah.

Di segala aktivitas membantu jemaah itu, para relawan selalu meniatinya untuk ibadah. Apalagi ketika membantu jemaah lansia atau risti melakukan umrah wajib, mereka pun meniatkan diri melakukan umrah sunah. Ibaratnya, sekali dayung merengkuh dua pulau.

Ternyata niatan mereka itu juga menggerakkan hati jemaah lainnya. Banyak yang turut membantu mendorong jemaah yang tua. Bahkan ada pula jemaah lansia yang memang kondisinya bugar, ikut serta membantu mendorong jemaah lansia yang kondisinya lebih lemah.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jemaah haji #Jemaah Lansia #ibadah Haji 2024 #haji #relawan