Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Doko, Ngasem, Kabupaten Kediri: Pemdes Tampilkan Tari Gambyong Tayun Setiap Sura

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 3 Juli 2024 | 16:37 WIB
GEMULAI: Penari membawakan tarian gambyong tayub saat bulan Sura.
GEMULAI: Penari membawakan tarian gambyong tayub saat bulan Sura.

JP Radar Kediri - Gambyong adalah tarian sakral yang berfungsi sebagai sarana upacara bersih desa. Tarian ini dibawakan oleh enam gadis dalam kondisi badan bersih. Musik iringannya adalah Gendhing Sekar Gadhung, Gunungsari, dan Eling-Eling.

“Tari Gambyong Tayub ini sudah diwariskan secara turun-temurun,” terang Kasi Pemerintah Desa Doko, Kecamatan Ngasem Wahyudi.

Wahyudi menjelaskan bahwa tari ini dibawakan dengan seperangkat game lan jawa. Salah satu usaha pemdes melestarikan tari tersebut adalah dengan pementasan satu kali dalam satu tahun. Yakni pada bulan Sura. “Setiap bulan Sura ada pementasan tari ini,” imbuhnya. Pria yang sudah menjadi perangkat desa sejak tahun 2002 ini mengatakan bahwa tari ini memiliki sejarah panjang. Tarian ini berawal dari gagasan Prabu Anom untuk menambahkan sebuah tarian pada ketiga gending yang dimiliknya. Tari ini menjadi media penyampaian pesan dari beliau kepada warga desa.

“Tari ini dibawakan oleh enam gadis dengan minimal usia 10 tahun dan maksimal 20 tahun,” kata Wahyudi.

Ada syarat khusus untuk bisa membawakan tarian ini. Selain usia, penari harus masih gadis dan dalam kondisi bersih. Jumlah enam orang penari tersebut diyakini terkait dengan rukun iman dalam Islam.

Dekatkan Diri dengan Warga, Pemdes Gencarkan Program Desa Menyapa

Pemerintah Desa Doko, Kecamatan Ngasem memiliki sebuah program yang dikenal dengan Desa Menyapa. Program ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada warga. Program ini biasanya dilakukan ketika ada usulan kegiatan atau proyek.

“Salah satunya di sungai ini ada pendangkalan, mengetahui hal tersebut kami langsung melakukan pengecekan,” terang Kasi Pemerintahan Desa Doko Wahyudi.

Wahyudi menegaskan bahwa tujuan dari Desa Menyapa juga untuk mendengarkan keluhan dan aspirasi dari warga. Program ini sudah ada sebelum tahun 2019. Kegiatan desa menyapa ini dilakukan setiap hari jumat.

“Setiap hari Jumat biasanya mengunjungi proyek atau bersilahturahmi dengan warga” ucapnya. 

Pria kelahiran 1973 ini mengaku bahwa keluhan masyarakat umumnya terkait persoalan sehari-hari. Salah satunya tentang tersumbatnya selokan saat musim hujan. Akibatnya membuat air menjadi meluap. Dengan adanya program ini penanganan masalah menjadi cepat selesai.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #desa milenial #Pemdes #tari gambyong #ngasem #sura #jawa pos