JP Radar Kediri - Sabtu sore itu (29/6) Regina Nata Tanke bersantai di kamarnya. Rasa suntuk mahasiswa Prodi Keperawatan Universitas Kadiri ini dibunuh dengan bermain handphone. Kebetulan, saat itu, hanya dia yang tersisa di tempat kos yang ada di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto tersebut. Teman-teman satu kosnya banyak yang beraktivitas di luar.
Sebenarnya, sempat tebersit keinginan untuk main, keluar kos. Namun, ada perasaan tidak enak yang memberati. Membuat gadis 22 tahun ini mengurungkan niatnya untuk hang out. Memilih berdiam diri di kamar.
“Sempat ada perasaan ngga pengen keluar. Dan ternyata ada kejadian itu,” kenangnya.
Di tengah keasyikannya berdiam diri di kamar, dia merasakan sesuatu yang aneh. Hawa di sekitarnya terasa lebih panas di banding biasanya. Gadis yang alamat rumahnya di Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri ini pun menengokkan kepalanya. Melihat keluar dari pintu kamar yang kebetulan terbuka lebar.
Betapa kagetnya dia dengan yang dilihatnya. Api berkobar-kobar dari salah satu kamar pemilik kos. Api itu menjilat ke sana ke mari. Mencoba membakar apa saja yang ada di dekatnya. Merembet melalui dinding serta benda-benda yang ada di sekitarnya.
Dalam kekagetan dan ketakutan, gadis yang biasa disapa Rere ini bangkit. Berusaha mencapai lokasi parkir sepeda motornya. Memindah ke lokasi yang tak terjangkau jilatan si jago merah.
“Api itu sangat dekat dengan parkiran motor,” sebutnya.
Bisa menjauhkan kendaraannya dari api, bukan berarti masalah yang dia hadapi selesai. Sebaliknya, kini giliran dia yang terancam. Jalan keluarnya terhalang. Pintu itu sudah berubah jadi bara yang kian membesar. Tak bisa dia lewati.
Di tengah kekalutan, Rere berupaya mencari cara untuk meminta tolong. Satu-satunya jalan adalah naik ke lantai dua, yang biasa digunakan untuk menjemur pakaian. Dari lantai dua inilah dia kemudian berteriak-teriak minta tolong.
“Tolong Pak....! Kebakaran!” teriaknya ke arah bawah.
Beruntung, teriakannya di dengar seorang warga. Lebih beruntung lagi, warga ini dengan berani menerjang kobaran api. Menggunakan lembaran seng untuk melindungi diri, dia menuju tempat Rere berada. Kemudian menuntun gadis ini keluar dari lokasi kebakaran. Masih menggunakan lembaran seng tersebut untuk melindungi dari jilatan api.
“Saya langsung ditarik, dibawa keluar. Pada waktu itu api sudah sampai di gerbang pagar,” ceritanya.
Ketika sudah berada di luar rumah, Rere sempat ingin kembali ke kamar. Karena ada berkas-berkas penting yang tertinggal. Dia takut dokumen penting tersebut hangus dimakan api. Tapi, oleh warga keinginan si cewek ini dicegah. Wajar, karena api juga semakin membesar.
Untung bagi Rere, kekhawatirannya itu tak terjadi. Api tak sampai menerobos kamarnya. Karena api bisa dijinakkan sebelum kian merajalela. Demikian halnya dengan sepeda motornya yang lebih dulu dia jauhkan dari asal api.
“Saya gemetar, apalagi di dalam kamar saya itu banyak berkas-berkas penting. Tapi ngga dibolehin masuk sama warga,” ucapnya, menceritakan perasaannya saat itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah