JP Radar Kediri - Dua orang pria terlihat asyik dengan aktivitasnya. Yang seorang menyiapkan ponsel dan lampu sorot. Yang akan digunakan nge-shoot sang talent. Sedangkan satu lagi sibuk menata makanan dan minuman, yang telah disiapkan karyawan salah satu kafe di Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri.
Dengan teliti orang ini menata rapi makanan dan minuman itu di meja. Sesekali terdiam sejenak. Melihat apakah posisi makanan sudah pas atau belum. Bila dirasa belum tepat, dia pun menata ulang. Ketika ada noda, meskipun sedikit saja, si pria mengusapnya dengan tisu. Sedangkan kalau posisinya kurang pas, dia benahi. Disusun ulang agar indah ketika masuk frame gawai.
"Memang harus perfeksionis. Intinya apa yang diberikan ke follower dan penonton harus (karya) totalitas," aku laki-laki yang brewokan meskipun tipis itu.
Dia adalah Wahyu Setiawan. Seorang konten kreator asal Desa/Kecamatan Ngadiluwih. Kontennya biasa membahas barang-barang ataupun segala sesuatu yang tengah promo ataupun sedang diskon.
Bergelut di dunia influenser sudah digelutinya lama, sejak 2018. Mulanya, Wahyu punya kebiasaan mencari barang-barang promo. Hobinya membeli sesuatu yang ada diskonnya. Entah itu makanan, fashion, aksesori, bahkan tiket pesawat.
"Memang suka berburu barang diskon atau barang-barang yang lagi promo," aku laki-laki kelahiran 1990 itu.
Seiring waktu, akhirnya terpikir, dari pada dinikmati sendiri bagaimana bila di-share. Barang kali bisa membantu dan bermanfaat bagi orang lain.
Dari situlah Wahyu memutuskan menjadikan hobinya itu sebagai konten. Membagikan informasi barang-barang promo. Kebetulan saat itu juga belum ada konten kreator di Kediri yang ngonten dengan tema seperti itu.
"Di Kediri belum ada, ini kan juga jadi peluang," ucapnya mengenang pemikirannya kala itu.
Tidak sendiri, dia Frendi Wahyu Setiawan, temannya. Wahyu yang jadi perancang ide juga talentnya. Sedangkan Frendi membantu merekam. Dia pun membuat akun Instagram @kediripromo, yang dikhususkan untuk membuat konten-konten share info diskonan.
Awal dia ngoten, juga tidak menggunakan alat-alat canggih. Hanya memanfaatkan peralatan sederhana. Alat perekamnya, menggunakan HP seadanya. Sementara untuk lightingnya, dari lampu emergency.
" HP juga yang spek kecil, jadi hasil gambarnya juga gak bagus," akunya.
Proses ngonten juga mudah. Ketika mencari produk yang ingin dibuat konten, mereka kerap kali ditolak. Dikira cari barang gratisan. Padahal justru dari hasil service yang mereka lakukan itu tidak perlu dibayar.
"Karena awal-awal dulu masih belum banyak yang melek sosmed. Jadinya gitu, sering dikira cari-cari makanan gratis," aku alumnus SMK Al Huda, jurusan multimedia ini.
Tapi, tidak semua cerita duka. Ada pula sukanya. Ada kalanya sang owner memberinya produk secara cuma-cuma. Dalam jumlah banyak pula.
Akhirnya, mulai banyak yang mengenalnya. Banyak yang merasa terbantu dengan konten yang di-sharenya. Terlebih bagi mereka yang cari-cari info barang diskonan. Dari situ banyak request dari follower-nya.
Di tahun berikutnya, dia mulai mengembangkan sayap, membuat akun Instagram baru, yakni @hambapromo. Namanya juga terus semakin dikenal. Tawaran kerjasama dari berbagai pihak pun datang. Yang dulunya membagikan info produk secara sukarela tanpa dibayar, sekarang mendapat cuan dari pekerjaannya itu.
"Ini jadi kerjaan utama," akunya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah