KEDIRI, JP Radar Kediri - Kayu palet dapat dijadikan alternatif untuk menghias rumah. Kreasinya beragam. Mulai dari meja, kursi, dan ornamen lainnya. Seperti lampu hias kreasi Ruri Wahyudi.
Kayu palet juga dikenal sebagai kayu jati belanda. Kayu ini memiliki warna dan struktur kayu yang indah. Kayu palet biasa didapatkan dari bekas peti kemas. Meski bekas tetapi kondisinya masih sangat layak. Sehingga masih sangat mumpuni untuk dijadikan karya baru.
Dengan berkembangnya zaman, banyak sekali kreasi dari kayu palet. Limbah kayu ini juga dapat disulap menjadi lampu hias. “Kayu yang digunakan merupakan limbah kayu bekas dari peti kemas” terang Ruri Wahyudi.
Lampu hias buatan Ruri memiliki desain minimalis. Dia sengaja ingin menonjolkan serat kayu palet yang bagus. Lampu hias buatannya cenderung berbeda dengan kebanyakan. Bentuknya mulai dari lingkaran, kotak, hingga oval. Menyesuaikan ide atau pesanan pelanggannya.
Ruri sudah menekuni kerajinan kayu selama lima tahun terakhir. Pembuatan lampu hias tersebut adalah sebuah pengembangan. Lampu kreasinya LED. Salah satunya agar tidak boros listrik. “Lampu ini menggunakan magnet sebagai saklarnya,” ungkap Ruri.
Tidak hanya terbuat dari kayu palet. Lampu kreasinya juga ditambah sisa kayu jati sebagai penghias. Lampu ini cocok digunakan untuk lampu baca maupun tidur.
Rawat Sumber Air untuk Pengairan Lahan Persawahan
Desa Tertek memiliki mata air yang dikenal dengan nama Sumber Lanang dan Wadon. Nama itu merujuk pada sejarah sumber dahulu kala. “Pada zaman dulu sumber ini digunakan untuk mandi,” jelas Sutarjan, salah satu warga desa.
Kini hanya Sumber Wadon yang memiliki debit air. Sedangkan Sumber Lanang ini kondisinya kering. Tidak ada airnya sama sekali. Padahal, dulunya Sumber Lanang menjadi tempat memancing. “Dulu tempat ini ramai. Karena sumbernya surut, kolamnya tidak lagi mendapat pasokan air,” tutur Sutarjan.
Lokasi kedua sumber ini berdekatan. Keduanya hanya memiliki jarak sekitar 100 meter. Meski dulunya jadi tempat mandi, kini kebiasaan tersebut tak lagi dilakukan. Praktis, sumber tersebut sekarang dimaksimalkan untuk sarana irigasi pertanian petani setempat.
“Kalau Sumber Wadon tidak pernah kering. Di sini pohon-pohonya masih dijaga biar alami,” tandas Sutarjan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah