Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Tanon, Papar, Kabupaten Kediri: Warganya Siasati Lahan untuk Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

Habibah M • Rabu, 22 Mei 2024 | 17:21 WIB
SEMANGAT: Dengan lahan yang tidak terlalu luas, warga Desa Tanon memanfaatkan kolam terpal untuk ternak ikan lele
SEMANGAT: Dengan lahan yang tidak terlalu luas, warga Desa Tanon memanfaatkan kolam terpal untuk ternak ikan lele

KEDIRI, JP Radar Kediri - Warga Desa Tanon agaknya memiliki semangat kemandirian yang tinggi. Tantangan lahan yang sempit tidak menjadi masalah. Budidaya ikan lele dengan kolam terpal menjadi solusinya.

“Kolam terpal selain dapat menyesuaikan lahan, juga lebih hemat,” terang Edi Prasetyo, anggota kelompok lele Desa Tanon, Kecamatan Papar.

Edi mengatakan pembuatan kolam terpal tidak seperti membuat kolam permanen. Proses pembuatannya jauh lebih cepat. Biaya juga lebih murah. Untuk membuat kolam dengan diameter empat meter hanya mengeluarkan uang Rp 2 juta.

“Dengan biaya tersebut sudah berupa kolam dengan pembuangannya. Sehingga tinggal mengisi air dan bibit ikan,” terangnya.

Meski jauh lebih murah, kolam terpal ini dapat tahan hingga empat tahun. Pria berusia 51 tahun ini menjelaskan kolam terpal sangat cocok untuk budidaya ikan lele. Karena dengan menggunakan kolam tersebut dapat memiliki banyak keuntungan dan kemudahan.

Bahkan kualitas ikan lele juga bisa lebih baik. Sehingga akan sangat menguntungkan bagi para pelakunya. Proses pembuatan pun bisa dipelajari dengan mudah. “Saat ini di kelompok ini terdapat 56 kolam terpal,” kata Edi.

Proses budidaya ikan lele miliknya juga berbeda dengan peternak pada umumnya. Salah satunya dari kandungan pakan. Umumnya lele akan dipanen setelah tiga bulan. Namun dengan pakan olahannya tersebut cukup dua bulan saja.

Sebelum menggunakan pelet ikan yang dicampur ramuan herbal, Edi pernah menggunakan kepala udang sebagai pakan. Sejatinya, pakan dengan kepala udang membuat ikan makin lahap. Tetapi memerlukan waktu yang lama agar ikan menjadi besar. Bahkan waktu itu untuk membesarkan ikan lele memerlukan waktu sekitar lima bulan.

Dengan pakan dengan formula ini dia dapat menghemat jumlah pakan yang diberikan. Kelompok ikan tersebut terdapat 26 anggota. Dua anggota merupakan pembibit. Sedangkan anggota lainnya adalah pembesar. Tidak hanya di jual di wilayah Kediri. Hasil panennya juga dijual ke luar kota.

Kompak dalam Bermasyarakat, Rukun dalam Beragama

Di Desa Tanon terdapat sebuah pura yang dibangun pada tahun 1984. Namanya adalah Pura Sri Aji Joyoboyo. Lokasi tepatnya berada tidak jauh dari Kantor Desa Tanon, Kecamatan Papar.

“Pura ini sudah dibangun sebelum saya menjabat dan masih dirawat hingga saat ini,” jelas Kepala Desa Tanon Kusnadi.

Baca Juga: Profil Desa Brumbung, Kepung, Kabupaten Kediri: Punya UMKM Pembuatan Bantal yang Unik

Pura yang kini berusia 40 tahun ini memiliki luas sekitar 420 meter persegi. Pura ini digunakan ratusan umat Hindu yang merupakan warga sekitar untuk beribadah. Lokasinya berada di pemukiman warga mayoritas beragama Islam. Namun ketentraman di Desa Tanon sangat terjaga. “Pura ini masih aktif digunakan untuk beribadah,” ucap Kusnadi.

Keberadaan tempat ibadah ini sama sekali tidak mengganggu kerukunan warga di sana. Bahkan, Desa Tanon terkenal dengan toleransinya yang tinggi. Dalam bermasyarakat, mereka tidak membuat sekat-sekat. Semua memiliki hak dan kewajiban yang sama. Sebuah kedewasaan yang patut dicontoh oleh masyarakat lainnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #desa milenial #papar #budidaya ikan lele #Budidaya ikan lele dalam ember #jawa pos