Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Besuk, Gurah, Kabupaten Kediri: Inilah Geliat Pelaku UMKM yang Membuat Pot dari Sabut Kelapa

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 16 Mei 2024 | 20:43 WIB

Photo
Photo

JP RADAR KEDIRI-Pot buatan Yuli yang terbuat dari sabut kelapa, cocok digunakan untuk berbagai jenis tanaman.Mengintip Geliat Pelaku UMKM di Desa Besuk, Kecamatan Gurah.Kreatif, Bikin Pot Tanamam Berbahan Sabut Kelapa

Sabut kelapa tidak hanya menjadi bahan pembuatan keset. Di tangan Yuli, sabut kelapa itu bisa menjadi sebuah pot untuk bunga. Kerajinanannya tersebut banyak dicari, terutama para pecinta tanaman.

“Pembuatan pot dari sabut ini adalah ide pemanfaatan limbah sabut kelapa yang tidak terpakai,” terang Yuli.

Pria asal Desa Besuk, Kecamatan Gurah menjelasakan perajin pot sabut kelapa masih jarang di Kabupatem Kediri. Saat ini sudah terhitung dua tahun Yuli menekuni usaha pembuatan pot sabut kelapa. Bahan untuk membuat pot ini utamanya yaitu sabut kelapa dan kawat.

Baca Juga: Profil Desa Tirukidul, Gurah, Kabupaten Kediri: Kini Punya Kuliner Khas yang Jadi Jujugan Semua Kalangan

Tidak kalah dengan pot plastik. Pot dari sabut kelapa ini juga memiliki banyak bentuk. “Ada yang kerecut, gantung bulat, setengah kerucut, bulat tanggung, ellips, kotak, dan bulat,” terang Yuli.

Sebelum menekuni usaha ini, semula Yuli memiliki usaha pengupasan sabut kelapa. Sehingga di rumahnya banyak sekali limbah sabut kelapa tidak terpakai. Agar limbah tersebut berguna, dia menyulapnya menjadi sebuah kerajinan.

“Dulu sebelum ke pot bunga saya adalah pengerajin sapu. Namun kalah pasar dengan Tulungagung,” kata Yuli. Pot kelapa ini sangat digemari. Bahkan pemasarannya hingga luar kota. Untuk memenuhi orderan sebanyak itu, ia mempunyai lima karyawan. Semua karyawan itu merupakan tetangga sekitar rumahnya. 

Baca Juga: Menelusuri Sumber-sumber Air di Kediri: Sumber Buntung, Warga Tempurejo Manfaatkan Belik yang Berlimpah

Pemdes dan Masyarakat Kompak Jaga Kelestarian Sumber

Banyak desa di Kecamatan Gurah yang memiliki sumber mata air. Salah satunya adalah Desa Besuk. Di desa tersebut terdapat sumber yang dikenal dengan nama Kali Kedung. Meski kerap dimanfaatkan untuk wisata, sumber tersebut utamnya digunakan untuk mengairi sawah.

“Untuk menjaga sumber kami warga desa gotong royong melakukan kerja bakti membersihkan sumber,” jelas Jailani, salah satu warga Desa Besuk, Kecamatan Gurah.

Saat musim kemarau, debit air di sumber ini tidak begitu tinggi. Namun airnya sangat jernih. Begitu jernih sampai bisa melihat dasar sumber.

Baca Juga: Inilah Kisah Mursalim, Mantan Striker Persedikab di Divisi Utama usai Gantung Sepatu

Menurut Jailani, saat kemarau kedalaman air hanya setinggi lutut orang dewasa. Namun ketika musim hujan akan bisa lebih tinggi lagi. Biasanya bisa sampai sedada orang dewasa. “Selain untuk mengairi sawah, juga kadang untuk berenang anak-anak,” ucapnya.

Pria berusia 60 tahun ini mengatakan bahwa rata-rata pengunjung sumber adalah warga setempat. Sebab untuk menuju sumber haru melewati rumah-rumah warga.

Memiliki panjang kolam sekitar 100 meter, Sumber Kali Kedung dikelilingi oleh pepohonan rindang. Banyaknya pohon yang memayungi sumber menjadi salah satu alasan sumber tersebut diberi nama Kali Kedung. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #sabut kelapa #wisata kediri #umkm #kerajinan #sumber mata air #umkm kediri #jawa pos