Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Sambi, Ringinrejo, Kabupaten Kediri: Melihat Kreativitas Warga Membuat Barongan

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 7 Mei 2024 | 17:38 WIB
KREATIF: Suroto melukis jamangan di bengkel miliknya. Barongan mini buatannya dapat berfungsi seperti aslinya.
KREATIF: Suroto melukis jamangan di bengkel miliknya. Barongan mini buatannya dapat berfungsi seperti aslinya.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Barongan merupakan salah satu kesenian tradisional di Kediri. Biasanya, kepala barongan memiliki ukuran yang besar. Namun berbeda dengan kreasi warga Desa Sambi ini. Meski berukuran mini, bagian mulutnya tetap bisa digerakan.

“Barongan ini juga terbuat dari kayu,” jelas Suroto, perajin barongan mini asal Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Suroto mengatakan bahwa barongan mini dapat menggunakan semua jenis kayu. Tetapi disarankan tidak memakai menggunakan kayu randu. Pria 62 tahun ini menjelaskan kenapa tidak disarankan menggunakan kayu randu. Salah satu karena tekstur kayunya yang empuk.

Jika tekstur terlalu empuk, saat dilakukan pemahatan akan mudah rusak. “Kalau saya menggunakan kayu sengon dan waru. Juga karena mudah dicari,” imbuhnya.

Material kayu tersebut dibeli dari wilayah Kecamatan Kandat. Saat datang masih berupa potongan besar. Sehingga proses pertama ini adalah dengan memotong menjadi bongkahan kayu yang lebih kecil. Disesuaikan dengan kepala barongan yang ukurannya mini.

Dari potongan kayu tersebut kemudian dilakukan proses pemahatan sesuai dengan pola. Sebelum lanjut tahap perwarnaan, kayu pertama didasari terlebih dahulu menggunakan cat tembok sebanyak dua kali. Tujuan didasari, agar nantinya cat tidak meresap di kayu dan tetap bisa mengkilap.

“Alasan kenapa menggunakan cat tembok harganya murah, jika pakai cat kayu tidak nutut jualanya jika dikalkulasi semuanya,” ungkap pria kelahiran 1961 ini.

Dalam proses dasar, pertama diberi warna merah. Setelah kering, baru didasari oleh warna putih. Karena menggunakan cat mobil, proses pengeringan tidak membutuhkan waktu lama. Proses pengeringan ini hanya sekitar satu hingga dua jam jika cuaca sedang panas. Namun juga musim hujan, pengeringan menggunakan hair dryer.

Agar bisa dibuka seperti barongan besar, kerangka atas dan bawah dipahat secara terpisah. Untuk menyatukan keduanya tidak menggunakan paku. Melainkan dikunci dengan kayu itu sendiri. “Bagian Jamang ini menggunakan talang,” tutur Suroto.

Talang air  yang digunakan terbuat dari plastik berwarna putih. Alasan menggunakan talang, karena bahannya yang tahan lama. Jika memamakai bahan spunbond atau kain akan mudah robek.

Motif jamang ini ada yang khas daerah Blitar dan juga Kediri.

Karena semua pembuatan secara otodidak, Suroto membuatnya dengan hati-hati. Sehingga hasilnya sangat maksimal. Kemudian untuk aksesoris rambut pada barongan, dia menggunakan rambut sintetis. Sebab jika menggunakan buntut sapi atau kuda, nanti akan mempengaruhi harga barongan. Barongan mini buatannya ini dijual dengan harga yang cukup murah. Sehingga anak-anak dapat membelinya. 

Dukung Pembudidayaan Ikan dengan Kolam Terpal.

Usaha budidaya ikan di Desa Sambi cukup digemari. Salah satunya oleh Sumaji. Dia memanfaatkan pekarangan yang disulap menjadi kolam ikan.

Saat mengawali budidaya ikan, dia hanya membuat satu kolam. Lokasinya tepat di belakang rumah. Namun, seiring berjalannya waktu, kolam ikan telah bertambah. Kini menjadi enam kolam ikan. Ikan yang dipelihara mulai dari ikan gurami, lele, hingga ikan patin. “Sudah sembilan tahun saya menekuni usaha ternak ikan ini,” cerita Sumaji.

Kolam yang dilapisi dengan terpal ini dibangun di atas sebuah pipa yang digunakan untuk pembungan air. Terdapat jaring-jaring di atas setiap kolam. Dengan diberikan jaring tersebut burung pemakan ikan tidak dapat menyerang di malam hari.

Selain diberi pelet, ikan juga diberi vitamin hasil racikan sendiri. Racikan tersebut terbuat dari bahan-bahan alami. Mulai dari gingseng merah dan bahan herbal lainnya. Ramuan itu lalu direndam selama tiga minggu. Baru kemudian dimasukan ke dalam kolam ikan.

Dari enam kolam ikan yang dimiliki Sumaji, terdapat dua kolam ikan lele, satu kolam ikan patin dan tiga kolam ikan gurami. Kolam tersebut berukuran 12x13 meter. Setiap kolam diisi ikan sebanyak 2-4 ribu ekor. “Kalau ada yag mau beli satu kilo saya ladeni, tergantung permintaan,” tandasnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #warga #barongan #pengusaha #kreativitas