KEDIRI, JP Radar Kediri - Bantu Kenalkan Produk Boneka Rajut di Berbagai Pameran.
Siti Sofwan merupakan salah satu pelaku UMKM asli Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem. Dia terkenal dengan kerajinan boneka rajut buatannya. Siti sudah sering diajak mengikuti berbagai pameran.
Siti memang memiliki keterbatasan. Untuk beraktivitas sehari-hari, dia harus menggunakan kursi roda. Kedua kakinya lumpuh sejak remaja. Namun, itu semua tak menyurutkan tekadnya untuk mandiri. Dengan usahanya, namanya mulai dikenal luas.
Siti merupakan salah satu pelaku UMKM asal Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem. Dengan keduanya tangannya, dia bisa menyulap benang menjadi rajutan. Berbagai macam model dia pernah buat. Namun, paling banyak adalah bentuk boneka-boneka yang lucu.
Boneka yang dibuatnya memiliki bentuk yang beraneka ragam. Begitu juga ukurannya. “Benang yang digunakan ini jenis nilon, polycherry, dan filament,” terang Siti.
Untuk jenis benang yang digunakan merajut tergantung dengan pemesan. Karena setiap benang memiliki ciri khas masing-masing. Benang polyester mempunyai tekstur seperti plastik. Memotong benang ini pun tidak bisa memakai gunting biasa. Namun, memakai korek api. Sedangkan untuk benang wol memiliki ciri yang elastis dan berserabut.
Awalnya, Siti membuat gantungan kunci rajut. Hasil kreasinya itu dijual di sekolah-sekolah. Hebatnya, dalam pembuatan bonek teddy bear itu Siti belajar secara otodidak.
Dalam satu hari, Siti mampu membuat rajutan paling sedikit lima buah. Semuanya dikerjakan sendiri olehnya. Mulai pagi hingga sore. “Kalau tidak merajut, tangan saya malah kaku-kaku,” akunya.
Gantungan kunci mulai dari karakter di kartun mulai dari winnie the pooh, baymax, keropi, mickey, minnie mouse, dan doraemon. Selain kartun, dia juga membuat boneka sesuai permintaan pembeli. Boneka buatannya bisa berupa karakter orang atau miniatur kendaraan.
Karena harus menggunakan kursi roda, Siti tidak bisa memasarkan karyanya melalui direct selling dengan optimal. Dirinya mengoptimalkan sisi online karena menurutnya pembeli tidak harus bertemu dengan pembuat produk secara langsung. Selain itu, dia juga sering ditawari ikut beragam pameran.
Rawat Sumur Jobong Tua Peninggalan Kerajaan Kadiri.
Peninggalan benda bersejarah banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Kediri. Salah satunya terletak di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem. Di desa tersebut ada sebuah jobong tua. Diperkirakan sumur tua itu merupakan peninggalan dari Kerajaan Kadiri.
“Penemuan sumur ini sekitar 2020 lalu,” kenang Eko Budi Santoso, salah satu warga setempat.
Terkait penemuan jobong, Eko bercerita penemuan tersebut terjadi saat dia bersama ketiga temannya sedang memancing. Saat sedang memancing, dia melihat genangan di tepi sungai. Karena penasaran dengan apa yang dilihat, dia menghampiri genangan tersebut.
“Genangan air tersebut mirip dengan tempat pemandian,” ucap pria berusia 41 tahun tersebut.
Setelah diperhatikan seksama, rupanya genangan tersebut adalah sumur jobong tua. Tidak hanya sumur, di sana juga ditemukan pecahan gerabah seperti guci. Permukaan jobong ini memiliki tinggi sekitar 20-50 sentimeter.
Berdasarkan cerita masyarakat, lokasi ditemukan jobong ini dulunya merupakan pemukiman kuno. Sehingga tidak aneh jika ditemukan benda-benda peninggalan. Benda-benda tersebut diduga merupakan peninggalan dari Kerajaan Kadiri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah