Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Tempurejo, Wates, Kabupaten Kediri: Dorong Pemanfaatan Sumber Air untuk Sektor Wisata

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 29 April 2024 | 18:21 WIB
TERAWAT: Sumber Jembangan di Desa Tempurejo, Wates menjadi salah satu wisata primadona di Kabupaten Kediri.
TERAWAT: Sumber Jembangan di Desa Tempurejo, Wates menjadi salah satu wisata primadona di Kabupaten Kediri.

JP Radar Kediri - Desa Tempurejo, Kecamatan Wates memiliki dua sumber mata air yang terjaga keasriannya. Selain digunakan untuk mengairi sawah, kedua sumber tersebut dijadikan tempat wisata. Salah satu sumber tersebut adalah Sumber Jembangan.

Sumber Jembangan adalah salah satu sumber mata air yang masih asri. Selain mengairi sawah, sumber ini juga menjadi tempat wisata. “Sumber Jembangan ini mulai menjadi tempat wisata pada tahun 2019, dengan tema wisata edukasi alam,” terang Ketua Pokdarwis Desa Tempurejo, Kecamatan Wates Sthefani Geby Arsita Devi.

Tempat ini merupakan kawasan lindung sumber air dengan luas sekitar 4,2 hektare. Luas bendungan sumber jambangan sekitar 1 hektare dengan memiliki sebuah bangunan berupa dermaga dan pulau kecil yang berada di tengah-tengah bendungan.

Pada awalnya hanya berupa mata air yang kemudian oleh masyarakat setempat dibuatkan sebuah bendungan untuk dijadikan irigasi pertanian. Kini sumber air jambangan telah berubah menjadi sebuah objek wisata berupa kolam yang bisa dikunjungi oleh para pecinta alam.

Sebelum ramai dikunjungi orang, sekitar sumber atau embung ini hanya hutan dan semak belukar. Tanaman yang tumbuh pun tergolong liar. Jangankan wisatawan dari wilayah lain, masyarakat sekitar saja enggan kesana.

“Dulu tempat bagian kuliner ini semacam rawa-rawa, ada air yang menggenang,” kenangnya. Agar lokasi genangan tersebut dimanfaatkan, kemudian dilakukan pengerukan. Dengan adanya pengurukan, membuat lokasi tersebut tidak tergenang.

Selain menguruk genangan, pokdarwis ini juga membersihkan semak-semak tanpa melakukan pemotongan pohon. Karena tidak ada pemotongan pohon, di area kulinernya bangunan warung masih terdapat pohon-pohonya. Alasannya karena mereka hanya memanfaatkan dari melestarikan alam.

Sebagai tempat wisata, mereka tidak lupa untuk tetap menjaga kondisi alam. Setiap satu tahun sekali, disana dilakukan reboisasi. “Setelah area waduk dibersihkan, kemudian dilakukan pembuatan warung,” kata ibu dari dua anak ini.

Salah satu cara lain agar memikat masyarakat, fasilitas lainnya adalah spot selfie. Tak hanya itu, ada pula area camp, edukasi alam, dan wahana air. 

Kreasikan Olahan Jamur Barat hingga Rendang Jambu Mete

Di Sumber Jembangan, kita tidak hanya dimanjakan dengan keindahan alamnya. Namun juga dimanjakan kreasi makanan uniknya.  “Untuk wisata andalan yang ready ikan wader. Namun juga ada yang musiman,” terang Ketua Pokdarwis Desa Tempurejo, Kecamatan Wates Sthefani Geby Arsita Devi.

Baca Juga: Profil Desa Wonomarto, Purwoasri, Kabupaten Kediri: Jadi Jujugan Kuliner karena Terkenal dengan Ayam Panggangnya

Kuliner musiman ini mulai dari jamur barat, jambu mete, embuk, entung, dan sayur lompong. Untuk jamur barat ini bukan jamur yang dibudidayakan. Jadi hanya ada saat musim hujan. Biasanya mulai muncul saat bulan Desember.

“Agar tidak menghilangkan cita rasa jamur, maka hanya dimasak dengan bumbu sederhana,” imbuhnya. Untuk di goreng, bumbu yang digunakan adalah bawang putih dan garam. Jangan digoreng sampai kering. Agar teksturnya tidak menjadi keras.

Embuk yang diolah oleh pedagang adalah embuk dari tanaman ketela dan tebu. Bahan tersebut diolah menjadi kresengan pedas manis, dan goreng krispi. Begitu juga dengan entung, yang dimasak kresengan pedas manis.

“Embuk ini ada saat musim panas setelah panen, mulai bulan Mei hingga November,” terangnya. Bahan-bahan mgumpulan warga sekitar yang kemudian dijual kepada pedagang.

Meski makanan tersebut jarang dijual di daerah lain. Namun makanan tersebut banyak sekali peminatnya. Dalam satu hari untuk embuk ini bisa menghabiskan kurang lebih lima kilogram. Karena banyaknya peminat, menu tersebut biasanya sudah habis saat siang hari.

Kemudian ada juga jambu mete. Buah yang juga disebut jambu monyet ini diolah menjadi masakan rendang. Makanan ini biasanya tersedia saat bertengahan tahun. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #wisata kediri #mata air #wisata alam #jawa pos