Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Tegowangi, Plemahan, Kabupaten Kediri: Terkenal dengan Wisata Candi yang Bersejarah

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 29 April 2024 | 17:50 WIB

 

Candi Tegowangi memiliki sejarah panjang peradaban. Candi ini banyak dikunjungi wisatawan untuk mempelajari sejarah.
Candi Tegowangi memiliki sejarah panjang peradaban. Candi ini banyak dikunjungi wisatawan untuk mempelajari sejarah.

JP Radar Kediri - Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan memiliki sebuah ikon peninggalan yang bersejarah. Saat berkunjung, pengunjung dapat berwisata sambil belajar sejarah. Objek wisata ini tak lain adalah Candi Tegowangi.

Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan memiliki sebuah ikon peninggalan yang bersejarah. Saat berkunjung, pengunjung dapat berwisata sambil belajar sejarah. Objek wisata ini tak lain adalah Candi Tegowangi.

Kabupaten Kediri memiliki banyak peninggalan bersejarah. Salah satunya sebuah candi yang berada di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan. “Candi Tegowangi ini menjadi tempat wisata sudah lama. Ramainya mulai tahun 2012 ke atas,” terang Juru Pelihara Candi Tegowangi Nur Ngali.

Pria yang akrab disapa Ali itu menjelaskan bahwa setelah adanya perubahan manajemen, jumlah pengunjung mengalami peningkatan. Karena sebelum diubah, kondisi sekitar candi ini sangat liar.

Kawasan situs Candi Tegowangi meman sangat luas. Mencapai dua hektare. Namun untuk luas candi sendiri tidak begitu luas sebenarnya. Candi Tegowangi tersebut memiliki panjang sisi 11,2 meter dengan tinggi 4,3 meter. 

Dulunya, di sekitar candi banyak tumbuh pohon dan terkesan rimbun. Namun sekarang setelah dilakukan penataan pohon, kesan bangunan peninggalan era Kerajaan Majapahit ini tidak lagi angker. “Setelah adanya peningkatan pelayanan, jadi banyak pengunjung,” akunya.

Salah satu pelayanan tersebut adalah adanya fasilitas tempat parkir, tempat penjual makanan, dan gazebo untuk beristirahat. Agar tidak menutupi keindahan candi, sehingga dilakukan pengaturan.

Pengunjung candi ini dari berbagai kalangan. Yakni mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Halaman candi yang luas membuat pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan. Seperti berfoto hingga membuat konten video berlatar belakang candi. Banyak anak-anak yang berlarian di rumputnya yang hijau.

“Biasanya pengunjung ramai pada akhir pekan,” kata Ali. Candi Tegowangi buka sekitar pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Untuk berkunjung ke sana tidak dipungut biaya. Selain menjadi tempat wisata, candi ini juga masih aktif digunakan untuk berbagai acara. Salah satunya adalah gelar festival tari. 

Dorong Pengembangan UMKM untuk Serap Tenaga Kerja

Warga di Desa Tegowangi, Plemahan rupanya banyak yang menjadi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya industri tas milik Hadi Kuswanto, 35. Meski dikelola di rumah Baca Juga: Profil Desa Wonotengah, Purwoasri, Kabupaten Kediri: Upaya Pemdes Lestarikan Tradisi Bulan Sura

Kini, Hadi bahkan punya beberapa tempat produksi. Tidak hanya memproduksi dompet, industri rumahan tersebut juga memproduksi tas dan sepatu. Kebanyakan masih produk-produk khusus wanita. Dari usaha tersebut, Hadi bahkan sudah bisa mempekerjakan sejumlah warga setempat. Terutama para pemuda di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

“Bisa menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran di desa kami,” imbuhnya.

Terkait bahan, hampir keseluruhan produk menggunakan bahan kulit sintetis. Tak hanya itu, ada pula produk yang menggunakan bahan kain batik. Ada yang daur ulang. Biasanya untuk bahan tas, dompet, dan sepatu yang terbuat dari bahan daur ulang harganya sedikit lebih murah.

Terkait harga, menurutnya sangat bervariasi. “Tergantung jenis bahan, tingkat kerumitan, dan ukuran pesanan,” kata Hadi.

Hadi juga tidak menolak jika pelanggan tas menginginkan pesanan dengan desain khusus dan bahan yang premium. Tak hanya dijual di wilayah Kediri saja. Tas yang Hadi produksi sudah dipasarkan hingga ke luar Pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. “Ini salah satu produk UKM kebanggaan desa kami,” tandasnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #wisata kediri #jawapos #belajar sejarah #sejarah #wisata bersejarah